Gubernur Minta Tak Ada Stigma Untuk ODHA

    


Malam Perenungan AIDS Nusantara (MRAN) Provinsi Bali, di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Jumat, 24 Mei 2019 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Upaya penanggulangan HIV/AIDS secara masif terus dilakukan oleh pemerintah. Saat ini pusat-pusat layanan HIV telah dioperasikan di seluruh rumah sakit pemerintah dan puskesmas di Bali secara gratis.

“Tenaga medis, perawat maupun dokter terlatih di bidang HIV/AIDS,” jelas Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati pada acara Malam Perenungan AIDS Nusantara (MRAN) Provinsi Bali, di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Jumat, 24 Mei 2019.

Terapi HIV dengan obat anti-retroviral (ARV), juga disiapkan sebagai tindak lanjut pascates yang dilakukan.

“ARV ini jangan dijadikan excuse untuk melakukan seks bebas. ARV tidak membunuh virus, tapi hanya menekan populasi, sehingga virus masih berpotensi menular pada orang lain,” ujar Cok Ace membacakan sambutan Gubernur Bali Wayan Koster.

Gubernur juga mengingatkan, tantangan yang dihadapi kedepan yakni melindungi generasi muda dari ancaman HIV/AIDS. Mengingat 80% HIV menginfeksi usia produktif.

“Yang terpenting adalah jauhi faktor resikonya seperti seks bebas, penggunaan narkoba, bukan malah menjauhi penderitanya,” ujarnya demikian.

“Mereka berhak atas perlakuan yang sama di tengah masyarakat, tanpa diskriminasi. Saya optimis kita akan bisa menyetop epidemi HIV/AIDS jika kita konsisten melaksanakan komitmen dan tepati janji ‘STOP AIDS’,” tambahnya demikian.

Sementara, Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengatakan, resiko penularan virus HIV/AIDS yang harus dihindari oleh masyarakat, bukan menghindari pergaulan dengan para ODHA.

Dirinya meminta agar stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dihentikan. Tapi sebaliknya, edukasi kepada masyarakat harus semakin gencar dilakukan.

“Nanti akan terbangun kesadaran baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat untuk berperilaku hidup sehat,” ujar Putri Koster.

MRAN Provinsi Bali tahun 2019 mengangkat tema “Mengintensifkan Upaya Mendapatkan Hak Asasi dan Hak Kesehatan Bagi Pengidap AIDS”.

Kegiatan ini untuk memberikan dukungan moril dan spiritual bagi ODHA agar tetap semangat dalam menjalani kehidupan dan tidak menularkan penyakit pada orang lain. (*)