Gubernur Bali: Milenial Harus Punya Lifestyle Baru Tangani Sampah

    


Gubernur Bali Wayan Koster saat melaunching Pergub Nomor 47 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Jaya Sabha, Denpasar, Kamis, 21 November 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Permasalahan penanganan sampah di Bali menjadi kian kronis. Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya mengeluarkan Pergub Nomor 47 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Melalui Pergub yang ditandatangani pada Kamis, 21 November 2019, orang nomor satu di Bali itu mengajak penanganan sampah di Bali menjadi gaya hidup baru setiap individu.

“Sampah harus diatasi dari sumbernya di tingkat rumah tangga. Saya mengajak generasi milenial hidup bersih dan menjadikannya sebagai Lifetyle. Harus dijadikan gerakan di seluruh Bali berbasis wilayah dan komunitas sampai unit terkecil di tingkat rumah tangga,” jelas Gubenur di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Kamis, 21 November 2019.

Koster menambahkan, pola lama penanganan sampah, kumpul-angkut-buang, perlu dirubah dengan mulai memilah dan mengolah sampah di sumber atau rumah tangga.

“Siapa yang menghasilkan sampah dialah yang bertanggung jawab untuk mengelola atau mengolah sampah itu sampai selesai. Kalau kita yang menghasilkan sampah, masak orang lain yang disuruh mengurus sampah kita,” ujar Gubernur.

Seperti diketahui, jumlah timbulan sampah di Provinsi Bali mencapai 4,281 ton/hari. Dari jumlah itu, yang bisa tertangani hanya 2,061 ton/hari atau 48 persen. Dari sampah yang tertangani ini hanya 4 persen atau 164 ton/hari yang didaurulang dan 1,897 ton/hari atau 44 persen dibuang ke TPA.

Sampah yang belum tertangani dengan baik sejumlah 2,220 ton/hari atau 52 persen. Sampah yang belum tertangani dengan baik ini ada yang dibakar sebanyak 19%, di buang ke lingkungan 22 persen, dan terbuang ke saluran air 11 persen.

“Penanganan sampah ini harus jadi bagian cara hidup, karena penting untuk menjaga lingkungan bersih, apalagi Bali jadi destinasi wisata dunia,” kata Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Peraturan Gubernur Nomor 47 Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, terdiri dari 13 Bab dan 40 Pasal. Koster mengatakan, tujuan dikeluarkannya Pergub tersebut mewujudkan semangat budaya hidup bersih, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. (Way)