Grebeg Pasar Kampanyekan KB Untuk Para Pedagang

    


Fatimah Verena Bastian, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purworejo, saat melakukan Grebeg Pasar di Pasar Grabag, Kamis (22/11) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tim Penggerak PKK Kabupaten Purworejo, bekerja sama dengan Dinas Sosial Kependudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Purworejo, (Dinsosduk KBPPPA) melaksanakan kegiatan Grebeg Pasar (Gerakan Pemberdayaan Keluarga Pas Sasaran), di Pasar Grabag, Kamis (22/11).

Grebeg Pasar dibuka secara resmi oleh Kepala Dinsosduk KBPPPA Kabupaten Purworejo, Kuswantoro, dihadiri oleh Fatimah Verena Bastian, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purworejo, jajaran Forkopimca, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam Grebeg Pasar tersebut, ada pemberian sovenir untuk lima akseptor. Selanjutnya, Fatimah Verena Bastian didampingi Kuswantoro dan tamu undangan berkeliling pasar, menemui para pedagang, mengkampanyekan KB, dan membagi paket sembako.

Usai melaksanakan Grebeg Pasar, kegiatan dilanjutkan dengan pencanangan dua Kampung KB, Desa Kalirejo dan Bakurejo, yang dipusatkan di balai desa Bakurejo, oleh Fatimah Verena Bastian. Pencanangan Kampung KB yang ke 32 dan 33 ini, ditandai dengan pemotongan pita, di gapura Kampung KB.

Dalam kesempatan tersebut, Fatimah Verena Bastian menyampaikan, kegiatan PKK KB kesehatan merupakan salah satu rangkaian kegiatan keterpaduan antara PKK, KB, dan kesehatan, yang bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam mencapai kesejahteraan keluarga.

“Dengan kegiatan PKK KB kesehatan, diharapkan dapat memberdayakan dan mendukung program KB dan kesehatan melalui 10 program pokok PKK,” kata Fatimah Verena Bastian.

Sementara itu, Kuswantoro menjelaskan, untuk mencapai tujuan pembentukan Kampung KB, bukan saja mensukseskan program KB, seperti dua anak cukup dan pemakaian alat kontrasepsi, namun lebih dari itu.

“Yakni, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yang menjadi sasaran pembentukan Kampung KB,” ujar Kuswantoro.

Kampung KB akan membangun masyarakat yang sejahtera, dari tingkat keluarga, dengan menjalankan delapan fungsi keluarga, yakni, fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan fungsi lingkungan.

Apalagi, kata Kuswantoro, beberapa tahun ke depan, Indonesia akan mengalami bonus demografi, yakni, kondisi jumlah usia produktif lebih tinggi dibanding yang tidak produktif.

“Dengan adanya Kampung KB, diharapkan manfaat program KB dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Kuswantoro. (Jon)