Grebeg Ageng, Puncak Peringatan HUT SMK PN ke 50

    


Arak-arakan gunungan dalam Grebeg Ageng, puncak peringatan HUT SMK PN Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bertepatan dengan Hari Pahlawan, SMK PN dan PN2 Purworejo memperingati HUT nya yang ke 50 dan ke 24, Sabtu (10/11/2018). Peringatan diawali dengan upacara, di halaman kampus SMK PN, di jalan Kesatrian.

Pada kesempatan tersebut, Ari Edy Prasetyo, selaku Ketua Pembina Yayasan Pembaharuan, yang menaungi SMK PN, menceritakan sejarah berdirinya SMK PN dan PN2, hingga usianya mencapai 50 tahun dan 24 tahun.

“Kita juga memberikan penghargaan bagi siswa berprestasi di Popda, berupa pembebasan uang SPP selama tiga bulan untuk juara satu, dua bulan untuk juara dua, dan satu bulan untuk juara tiga,” jelas Ari.

Sebagai puncak acara, diadakan Grebeg Ageng dan arak-arakan, yang diikuti seluruh siswa, guru, karyawan SMK PN, dan alumni yang tergabung dalam Gundala, yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Dalam Grebeg Ageng, diarak 9 gunungan, yang dilepas oleh Anggota DPR RI KomisiĀ  X, Bambang Sutrisno dan Denti Eka Widi Pratiwi, salah satu ketua Pokja di MPR RI.

Grebeg Ageng dan arak-arakan mengambil rute, SD N Kliwonan, depan Masid Agung Purworejo, Stasiun Lama , HotelĀ  Intan, dan berakhir di Pendopo Bupati Purworejo. Di akhir rute, tujuh gunungan diperebutkan penonton. Sementara yang dua, karena gunungannya dari tumpeng nasi, dibawa kembali ke sekolah untuk dimakan bersama.

“Rute kita awali dari SD Kliwonan, karena ada sejarahnya pada awal berdirinya SMK PN,” jelas Ari.

Menurut Ari, SMK PN didirikan pada 10 Nopember 1968, yang saat itu bernama STM Kosgoro. Kemudian berubah lagi menjadi STM Pembangunan Negara. Pada tahun 1982, namanya kembali berubah menjadi SMK PN (Pembaharuan), hingga sekarang. Dan pada tahun 94, berdiri SMK PN2.

Sejak awal berdiri hingga sekarang, SMK PN banyak mengalami perubahan. Pada awalnya hanya membuka dua jurusan, listrik dan bangunan, kini sudah menjadi tujuh kejuruan, yakni, teknik gambar bangunan, teknik instalasi tenaga listrik, teknik pemesinan, teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, teknik audio video, dan teknik multi media. Jumlah murid SMK PN dan PN2 kini mencapai 1.500 orang, yang terbagi dalam 54 kelas.

Para siswa berprestasi di Popda, mendapat reward di HUT PN dan PN2 yang ke 50 tahun dan ke 24 tahun - foto: Sujono/Koranjuri.com

Para siswa berprestasi di Popda, mendapat reward di HUT PN dan PN2 yang ke 50 tahun dan ke 24 tahun – foto: Sujono/Koranjuri.com

“Juga ada dua kelas budaya industri, hasil kerja sama dengan Chemco dan Toyota,” ungkap Ari.

Dipilihnya tanggal 10 November, yang bertepatan dengan Hari Pahlawan sebagai HUT, menurut Ari, agar keluarga besar SMK PN dalam perilaku dan kegiatannya, selalu mengikuti jejak para pahlawan, yang tetap dalam jalur tujuan negara, yakni, mencapai masyarakat yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur, serta selalu menegakkan NKRI, menjaga Pancasila, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Khususnya, perilaku kegiatan kelembagaan diarahkan pada pencapaian tujuan negara sebagaimana yang diamanatkan oleh pembukaan UUD 45,” pungkas Ari. (Jon)