GMS di Denpasar, Sinar Matahari Lebih Redup Dari Biasanya

    


Gerhana Matahari Sebagian (GMS) di Kota Surakarta yang dilihat dengan menggunakan pita disket - foto: Djoko Judiantoro/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Gerhana Matahari Sebagian (GMS) di Kota Denpasar terjadi sekitar 76%. Data dari BMKG menyebutkan durasi waktu gerhana terjadi selama 2 jam, 19 menit dan 39.6 detik.

Kontak pertama terjadi pada pukul 07:22:28.1 wita, kemudian disusul dengan puncak gerhana pada pukul 08:27:41.1 wita. Kontak keempat terjadi pukul 09:42:7.7 wita dan magnitudo gerhana 0.806.

Saat puncak GMS, matahari tetap terlihat bersinar namun suasana terasa lebih redup dari biasanya. Suasana temaram itu hanya berlangsung sekitar 30 menit, sampai akhirnya kembali normal.

Di Bali, GMT dan GMS yang terjadi di sebagian wilayah di Indonesia, menjadi istimewa karena bertepatan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi, 9 Maret 2016. Hari Raya Nyepi bagi masyarakat Bali memiliki makna khusus untuk melaksanakan Catur Brata Penyepian.

Empat pantangan saat Nyepi yakni, Amati Geni atau tidak menyalakan api, amati karya dengan tidak melakukan pekerjaan yang dimaksudkan agar fokus pada ibadah, amati lelungan dengan tidak bepergian dan amati lelanguan atau tidak menuruti nafsu diri dengan berfoya-foya dan bersenang-senang.
 
 
way