GMBI Purworejo Adukan Dugaan Aliran Dana Ilegal

    


Ketua LSM GMBI Distrik Purworejo, Basuki Rahmat - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) distrik Purworejo, mengadukan sejumlah pihak ke polisi, terkait aliran dana ilegal, Kamis (15/8) malam. Mereka diadukan ke polisi lantaran diduga menerima sejumlah aliran dana yang dianggap melanggar hukum.

Surat aduan bernomor: 02/lapdu.VIII/2019 tertanggal 15 Agustus 2019 itu berisi tentang pengaduan dugaan tindak pidana penyuapan kepada pejabat negara yang terjadi di wilayah hukum Purworejo.

“Awalnya pada tanggal 8 Agustus lalu, kami LSM GMBI distrik Purworejo datang ke kantor Koperasi Srikandi yang beralamatkan di jalan Magelang km 01 Purworejo,” jelas Basuki Rahmat, Ketua GMBI Distrik Purworejo, Jum’at (16/8/2019).

Diperoleh data, bahwa A, selaku Ketua Koperasi Srikandi, atas kesepakatan beberapa pihak telah diminta untuk menyetorkan sejumlah dana yang mencapai Rp 140 juta, yang disetorkan secara bertahap baik secara tunai maupun transfer kepada SAS, warga Dusun Krajan RT2/1, Desa Pogung Kalangan, Kecamatan Bayan.

Atas dasar data yang diminta A kepada SAS, kata Basuki, sebagaimana copy/print out terlampir yang diberikan SAS kepada A, disebutkan ada beberapa institusi penyelenggara negara yang menerima kucuran dana dari SAS.

“Sejumlah pihak yang diduga telah memberi dan menerima aliran dana aktifitas ilegal itu, diantaranya A selaku pimpinan Koperasi Srikandi, SAS, JL selaku ketua LSM GMPK Purworejo, serta Ketua Bawaslu Purworejo,” ungkap Basuki Rahmat.

Oleh karena itu, Basuki Rahmat selaku Ketua LSM GMBI Distrik Purworejo meminta kepada Kepolisian Resor Purworejo untuk mengusut dan menyelidiki aktifitas ilegal yang diduga melanggar hukum tersebut dengan memerikaa pihak-pihak itu

Juga, kata Basuki Rahmat, beberapa pihak lain yang terkait atau disebutkan kemudian dalam hasil pengembangan polisi.

Dirinya perlu melaporkan, karena sebelumnya mendapatkan info dari penyedia dana yang telah menggelontorkan uang, bahwa dana tersebut untuk kepentingan politik.

Terkait aduan tersebut, saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan, mengaku telah menerima aduan dari LSM GMBI tersebut.

Secara prinsip, kata Kasatreskrim, surat aduan telah diterima dan akan ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan

Namanya disebut-sebut dalam surat aduan tersebut, A, saat dikonfirmasi melalui whatsapp mengatakan tidak tahu menahu kasus tersebut.

Hal tak jauh beda juga dikatakan NK, Ketua Bawaslu Purworejo, yang juga mengaku tidak mengetahui hal itu. Bawaslu belum tahu konteks yang dipersoalkan.

Sementara itu, SAS, pada Jum’at (16/8) malam, saat klarifikasi terkait namanya disebut dalam surat aduan tersebut, tidak mau berkomentar banyak.

“Kalau secara pribadi, saya memang ada urusan utang piutang dengan A, dan sudah diselesaikan. Terkait yang dimaksud dalam surat aduan tersebut, saya tidak tahu,” aku SAS, di hadapan para wartawan. (Jon)