Gernas BBI Bangkitkan Produk UMKM Indonesia

    


Launching Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia di Bandara Ngurah Rai, dihadiri secara langsung oleh Menkop UKM Teten Masduki dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia dilaunching dari tiga Bandara di Indonesia yakni, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng dan Yogyakarta International Airport.

Dari Bali ada showcase 26 UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Buleleng, Badung, dan Gianyar serta UMKM Debitur BCA. Produk UMKM tersebut telah dikurasi dan terpilih 10 produk premium dan 16 produk non premium.

Gernas BBI yang dilaksanakan di tengah pandemi sebagai sebuah peluang baru bagi upaya pemulihan ekonomi. Gernas BBI memberi harapan baru bagi bangkitnya sektor ekonomi, khususnya UMKM.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, di tengah keterpurukan ekonomi, UMKM termasuk sektor yang cukup mampu bertahan dan menyesuaikan diri. Cok Ace menambahkan, pandemi Covid-19 memberi tekanan berat bagi perekonomian Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata.

“Launching Gernas BBI yang dilaksanakan di tengah pandemi sebagai sebuah peluang baru bagi upaya pemulihan ekonomi. Gernas BBI memberi harapan baru bagi bangkitnya sektor ekonomi, khususnya UMKM,” jelas Cok Ace, Senin, 11 Januari 2021.

Gerakan yang diluncurkan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo, pada 14 Mei 2020 ini bertujuan agar masyarakat Indonesia menghargai, mencintai, dan menggunakan karya anak bangsa, utamanya produk-produk UMKM.

Mengingat, para pelaku UMKM merupakan tulang punggung ekonomi bangsa yang perlu diselamatkan agar tetap bertahan dan berhasil melalui masa-masa sulit di tengah pandemi Covid-19.

Dari Jakarta, Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual mengatakan, Gernas BBI merupakan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan swasta. Gerakan ini dimaksudkan untuk mempromosikan produk UMKM agar semakin diminati dan dibeli masyarakat.

“Produk yang dihasilkan UMKM kita kualitasnya makin baik, melalui gerakan ini kita ingin merubah mindset terhadap produk UMKM. Kita juga harus betul-betul membeli dan menggunakan produk artisan Indonesia, yang kini sudah dipermudah diperoleh melalui digital,” jelas Luhut.

Salah satu target Gernas BBI 2021 aslaaj, untuk membangkitkan ekonomi Bali, lalu dilanjutkan di provinsi lain. Ada 6,1 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ditargetkan masuk platform ekosistem digital (on boarding) setiap, tahunnya hingga 2023

Sementara, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, Bank Indonesia di 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri siap mendukung Gernas BBI. Sepanjang tahun 2021, kegiatan akan diadakan setiap bulan.

Bank Indonesia, kata Perry, ikut melibatkan asosiasi Perbankan dalam memajukan pelaku UMKM. Di era digitalisasi seperti sekarang, Bank Indonesia ikut berkontribusi memudahkan sistem pembayaran dengan menggunakan QRIS, yang diharapkan akan semakin menyambungkan pelaku usaha dengan dunia digital.

“Bank Indonesia selama ini selalu mendukung gerakan mempromosikan produk buatan UMKM dalam negeri baik dalam event-event nasional maupun internasional,” jelas Perry. (Way)