Gereja di Bali Menangguhkan Seluruh Ibadah Minggu

    


Puja Mandala yang merupakan Pusat Peribadatan 5 Agama di Indonesia. Tempat peribadatan ini berlokasi di Nusa Dua - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) Provinsi Bali merilis surat keputusan agar agenda kegiatan gerejawi ditiadakan di tengah wabah virus corona.

Sebagai gantinya, MPUK menghimbau kegiatan ibadah minggu dan kegiatan ibadah tengah minggu serta agenda gerejawi lainnya dialihkan ke keluarga atau di rumah masing-masing.

Sekretaris Badan Pengurus Daerah Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) Provinsi Bali Pendeta Imanuel Wayan Sukra menjelaskan, gereja dibawah GBI mengikuti arahan Presiden dan Gubernur Bali dalam melakukan social distancing.

“Di gereja kita (GBI) semua kegiatan ibadah dialihkan ke rumah masing-masing sambil menunggu instruksi selanjutnya,” kata Pendeta Imanuel Wayan Sukra, Jumat, 20 Maret 2020.

Peniadaan ibadah di gereja GBI berlaku mulai 18 Maret hingga 30 Maret 2020. Dalam Surat Keputusan itu juga menghimbau agar jemaat gereja tetap tenang dan terus berdoa, dan menjaga kebersihan serta kesehatan.

“Kami juga menghimbau kepada jemaat GBI untuk membatasi kegiatan luar rumah,” jelas Wayan Sukra.

Majelis GPIB Maranatha Denpasar Vence Sanger juga telah menerima surat dari Sinode GPIB Pusat. Vence menjelaskan, ibadah minggu di gereja GPIB ditiadakan pada 22 Maret dan 29 Maret 2020.

“Kita sudah sosialisasikan surat ini kepada jemaat,” kata Vence.

Sementara, staf sekretariat Sinode Gereja Kristen Protestan Bali (GKBP) Bali Luluk Suryani juga memastikan ibadah minggu GKBP ditiadakan. Termasuk ibadah rumah tangga.

“Kami menghimbau semua ibadah dilakukan di rumah-rumah dengan tidak melibatkan banyak orang,” jelas Luluk.

Pendeta Bayu Anindya Putra dari gereja Bethany menyatakan, kegiatan ibadah di gereja Bethany hanya satu kali diadakan, setiap minggu pagi. Dalam kondisi normal, ibadah digelar selama tiga kali.

Dalam pelayanan umat di tengah semakin meluasnya ‘serangan’ covid-19, menurut Pendeta Bayu, gereja tetap memberlakukan protap sanitasi dengan menyediakan cairan basuh tangan steril dan jemaat dihimbau mengenakan masker.

Selain itu, menurut Pendeta Bayu, pihak gereja juga rutin melakukan disinfeksi di setiap ruangan gedung gereja.

“Sebagai jemaat gereja dan percaya akan Tuhan, musibah ini akan segera berlalu. Di sisi lain, kita tetap berusaha sebaik mungkin agar terhindar dari segala macam penyakit,” jelas Bayu. (Way)