Gerakan Serentak Lepas Satwa Liar di Bali Dipusatkan di Pantai Kuta

    


Wisatawan Mancanegara terlihat antusias mengikuti acara pelepasan penyu di pantai Kuta, 12 April 2016. Kegiatan itu serentak dilakukan di Indonesia yang terpusat di Jakarta - foto: Suyanto/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sejumlah wisatawan asing ikut terlibat dalam pelepasan penyu di pantai Kuta, Kamis, 14 April 2016. Pelepasan satwa liar tersebut menjadi gerakan serentak di seluruh Indonesia yang dipusatkan di Jakarta dengan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Di Bali jumlah penyu yang dilepas sebanyak 31 ekor dari 40 ekor yang ditangkap dari kasus perdagangan ilegal di sejumlah perairan di Bali. Kapolda Bali, Irjen Pol. Sugeng Priyanto memimpin langsung pelepasan satwa dilindungi tersebut yang tahun ini dipusatkan di Pantai Kuta.

“Penyu ini semuanya ditangkap di perairan Karangasem yang diselundupkan dari Madura,” jelas Sugeng Priyanto di pantai Kuta, 12 April 2016.

Dari 40 ekor penyu yang ditangkap, menurut Sugeng, 31 ekor dilepas, 2 ekor mati dan sisanya dijadikan barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Menurut Kapolda Bali, pencegahan terus dilakukan untuk mengantisipasi upaya perdagangan ilegal satwa liar. Namun karena ada permintaan untuk kepentingan tertentu, kasus penyelundupan penyu masih terus saja terjadi.

“Disitu ada kepentingan ekonomi, ada supply and demand. Itulah kasus-kasus seperti ini terus saja terjadi,” jelas Kapolda Bali, Irjen Pol Sugeng Priyanto.

Kepala Penegakan Hukum Direktorat Pol Air Polda Bali AKBP Handoyo mengatakan, pola perdagangan ilegal yang terjadi mirip penyelundupan narkoba.

“Disitu ada pesuruh, sementara pelaku utamanya ada di belakang,” jelas Handoyo.

Sementara, di lokasi pelepasan penyu, sejak pagi sejumlah turis asing memadati pantai Kuta untuk mengikuti kegiatan pelepasan penyu tersebut. Beberapa wisman sengaja memilih ukuran penyu yang cukup besar untuk dibawa ke laut. Terpaksa wisman ini harus menggotong beramai-ramai.
 
 
Yan/way