Gerakan Kejujuran Dengan Pin Kejujuran di SMKN 4 Purworejo

    


Pin kejujuran yang dikeluarkan SMK N 4 Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK N 4 Purworejo, rajin menggiatkan gerakan kejujuran. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pihak sekolah, untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran pada siswa.

Gerakan kejujuran ini, ditandai dengan pemberian pin kejujuran pada siswa yang telah berbuat/bertindak jujur di lingkungan sekolah. Pemberian pin dilakukan di depan siswa lainnya, dalam sebuah upacara, dengan disaksikan para guru, dan disematkan langsung oleh kepala sekolah.

“Pihak sekolah selalu menekankan pada siswa, akan pentingnya nilai kejujuran di setiap kesempatan. Pemberian pin, sebagai bentuk penghargaan, atas tindakan siswa yang telah berbuat jujur,” jelas Kepala SMK N 4 Purworejo, Wahyono, SPd, MPd, melalui Waka Humas, Edi Mardiyanto, Kamis (29/11).

Siswa yang mendapat pin kejujuran ini, kata Edi, selalu memakainya di sekolah. Tujuannya, untuk memotivasi siswa lainnya, agar bisa mencontoh perilaku anak tersebut.

Diakui oleh Edi, tindakan jujur yang dilakukan siswa, baru sebatas pada penemuan benda (barang, uang) di lingkungan sekolah. Karena bukan miliknya, maka barang/benda temuan ini diserahkan pada pihak sekolah.

“Dengan diawali dari hal-hal sepele ini, kita berharap siswa akan menanamkan nilai-nilai kejujuran ini di kehidupan sehari-hari. Gerakan kejujuran ini, juga bagian dari pendidikan karakter di sekolah,” terang Edi.

Lebih jauh Edi menjelaskan, kejujuran akan tercermin dalam perilaku yang diikuti dengan hati yang lurus (ikhlas), berbicara sesuai dengan kenyataan, berbuat sesuai bukti dan kebenaran. Kejujuran merupakan salah satu unsur kekuatan spiritual, akhlak mulia, serta kepribadian.

Banyak manfaat, kata Edi, dari kejujuran ini, diantaranya, akan lebih dipercaya teman/guru, banyak teman, meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan prestasi, juga akan selalu mendapatkan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain.

Gerakan kejujuran ini, sudah mulai digerakkan sejak dua tahun silam. Semula bermula, kata Edi, dengan adanya kantin kejujuran. Namun ternyata, keberadaan kantin kejujuran ini kurang efektif, untuk melatih siswa bertindak jujur. Hingga akhirnya, dimunculkan gerakan kejujuran ini.

“Sejak gerakan kejujuran ini digiatkan, kita sudah mengeluarkan sekitar 50 pin kejujuran,” pungkas Edi. (Jon)