Gerakan Disinfektanisasi di SMK Kesehatan Purworejo

    


Untuk mencegah penyebaran corona virus disease (Covid-19), SMK Kesehatan Purworejo melakukan gerakan disinfektanisasi - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19), SMK Kesehatan Purworejo melakukan gerakan Desinfektanisasi. Kegiatan ini dilakukan dengan menyemprot cairan desinfektan ke seluruh bagian-bagian sekolah.

Seluruh ruangan, baik itu ruang kelas, ruang guru, ruang TU, maupun tempat-tempat yang merupakan tempat mobilitas tinggi lainnya, tak luput dari penyemprotan disinfektan.

“Mulai hari ini, kita lakukan Gerakan Disinfektanisasi ini. Dan setiap 4-5 hari sekali, kita ulangi penyemprotan disinfektan ini, hingga wabah Corona ini berakhir. Kegiatan ini, merupakan salah usaha untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, khususnya di lingkungan kita,” jelas Nuryadin, S.Sos, MPd, Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Sabtu (21/3)

Disinfeksi tersebut, menurut Nuryadin, juga memiliki tujuan lain, diantaranya, memberikan pembelajaran pada siswa dan guru, supaya hal tersebut juga bisa dilakukan di rumah. Cairan desinfektan ini, bisa dibuat sendiri, dengan menggunakan campuran air, deterjen dan cairan karbol (pembunuh kuman).

Karena SMK Kesehatan Purworejo merupakan sekolah kesehatan, ujar Nuryadin, yang identik dengan kesehatan dan keindahan, tentunya berbeda dalam menyikapi wabah Corona ini.

Yakni, dengan menjadi pelopor/motivator dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona ini, dengan tidak mengandalkan pemerintah, dan bertindak secara mandiri.

“Ini juga bagian dari kurikulum kita. Kalau kita mengandalkan pemerintah, tentunya anggarannya juga terbatas,” ungkap Nuryadin.

Upaya pencegahan dengan penyemprotan cairan disinfektan tersebut, menurut Nuryadin, merupakan sebuah usaha yang nyata. Yang juga perlu dilakukan, menurutnya, dengan berdoa pada Tuhan, supaya wabah Corona cepat berakhir, dan aktivitas bisa kembali normal.

“Di tempat-tempat strategis, maupun tempat dengan mobilitas tinggi, seperti ruang guru, ruang karyawan, depan ruang kelas, juga kita sediakan sabun untuk cuci tangan,” pungkas Nuryadin. (Jon)