GenBI Leadership Camp 2020 Digelar dengan Prokes Ketat

    


Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Trisno Nugroho usai membuka 'GenBI Leadership Camp 2020', di Lapangan Mako Pangkalan TNI AL, Denpasar, Kamis, 19 November 2020 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – ‘GenBI Leadership Camp 2020’, tahun ini digelar dengan cara berbeda. Bank Indonesia bersinergi dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut Denpasar untuk pelaksanaan kegiatan itu.

“Kami bersinergi dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut Denpasar untuk pelaksanaan kegiatan,” kata Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Kamis, 19 November 2020.

Dalam masa masih pandemi ini, kata Trisno, kegiatan dibagi dalam lima batch atau kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 45 peserta. Trisno mengatakan, dari 225 peserta, 20 orang tidak bisa mengikuti kegiatan karena sedang di luar kota, sakit, dan mengikuti ujian proposal.

Tahun ini, Bank Indonesia menyalurkan beasiswa kepada 225 orang mahasiswa jenjang strata 1 reguler di dua PTN mitra kerjasama yakni, Universitas Udayana dan Universitas Pendidikan Ganesha. Termasuk, Universitas Pendidikan Nasional dan Universitas Warmadewa.

Untuk pertama kalinya juga, Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) melakukan perluasan penyaluran beasiswa pendidikan vokasi di SMK Dwijendra.

“Pendidikan vokasi di Bali ini cukup banyak, karena memang sudah siap. Kita pilih untuk membantu agar siap kerja,” kata Trisno Nugroho.

Keberhasilan mempersiapkan sumber daya manusia menjadi kekuatan bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Karena itu diperlukan pendidikan putra putri bangsa yang berkarakter, cerdas, terampil, berdaya juang dan daya saing tinggi serta dilandasi dengan semangat kebangsaan yang kuat.

Trisno menambahkan, SDM yang terdidik, berilmu pengetahuan dan berkualitas akan menjadi aset strategis dalam pembangunan bangsa dan negara di masa depan. Generasi muda dapat mengantarkan menuju masa depan bangsa yang sejahtera.

“Kualitas sumber daya manusia generasi muda dapat menjadi faktor penentu bagi peradaban, kemajuan, perkembangan suatu bangsa,” ujarnya.

“Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan,” tambahnya. (Way)