Gema Perdamaian XVI, Kesadaran Betapa Suasana Damai itu Harus Diupayakan

    


Panitia dan pemangku kepentingan dalam perhelatan Gong Perdamaian XVI - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Perdamaian sebuah upaya, perdamaian sebuah kebutuhan asasi manusia, perdamaian perlu digaungkan keseluruhan penjuru dunia demi menggugah kesadaran hati dan pikiran manusia.

Ungkapan itu diungkapkan oleh Ida Rsi Acarya Waisnawa Agni Buda Wisesanata. Dalam keterangan pers di Gong Perdamaian, Kampung Budaya Kertalangu, Denpasar, Wisesanata mengatakan, perhelatan ‘Gema Perdamaian’ di Bali mencapai puncaknya pada 6 Oktober 2018 di Sisi Timur Monumen Bajrasandi, Renon Denpasar.

“Berawal dari Bom Bali II tahun 2002 acara ini tercetus ketika kami merasa damai itu jadi satu upaya yang mesti diperjuangkan,” kata Wisesanata.

Tragedi kemanusiaan di Legian Bali itu, menurut Wisesanata, dirasakan sangat mengusik nurani akan pentingnya usaha untuk berdamai. Singkat cerita, muncullah kegiatan Gema Perdamaian I di tahun 2003.

Gema Perdamaian bukan semata-mata hanya seremonial belaka. Namun sarat dengan pesan yang ingin disampaikan. Di perhelatan Gema Perdamaian yang XVI kali ini, pesan dan makna tetap sama yakni, menggugah rasa akan kebutuhan alamiah manusia untuk berusaha menciptakan perdamaian.

“Kita ingin menunjukan kepada masyarakat, bahwa meskipun kita majemuk namun kita memiliki kepentingan yang sama untuk menciptakan suasana damai,” jelas Wisesanata.

Kegiatan puncak Gema Perdamaian 2018 nanti telah terkonfirmasi sebanyak 9.281 peserta yang akan hadir. Panitia menyebar 800 undangan ke berbagai institusi pemerintah maupun non pemerintah.

Ketua panitia pelaksana, Kadek Adnyana, yang didampingi oleh sekertaris pelaksana, Ngurah Wahyu menyatakan, do’a bersama merupakan acara inti dari rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengkampanyekan betapa pentingnya hidup damai.

“Acara akan diisi dengan pertunjukan etnis dan do’a bersama yang diikuti oleh ribuan orang dari berbagai agama dan etnis, bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, pukul 16.00 – 21.00 WITA pada 6 Oktober 2018,” jelas Kadek Adnyana.

Event ini telah dimulai sejak bulan Juli, beberapa rangkaian acara yang telah dilakukan sebelumnya yaitu; Pemilihan Putra-putri Ambasador Damai, World Clean up Day, dan Sarasehan dengan topik “Membangun konsep damai dari perspektif pengusaha” pada tanggal 21 September lalu, bertepatan dengan World Peace Day. (*/Way)