Garifta Merah, Mangga Rasa ‘Nano-nano’ yang disuka Wisatawan Asing

    


I Wayan Badan, salah satu pelopor pertanian organik di Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Mangga Garifta Merah atau di Bali dinamakan dengan ‘Mangga Berhasil’ berhasil dikembangkan di Bali. Mangga dengan ukuran jumbo ini tersebar di wilayah Kintamani.

Kepala Seksi Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bangli Ni Made Yusri mengatakan, Mangga Berhasil dikembangkan di wilayah Desa Songan B, Banjar Yeh Mampeh, Desa Kedisan dan desa Buahan, Kintamani, Bangli.

“Rasanya lengkap, tidak terlalu manis tapi kaya rasa, nano-nano. Tamu asing justru suka dengan Mangga Berhasil ini,” jelas Ni Made Yusri, Senin, 7 Januari 2019.

Salah satu petani yang mengembangkan Buah Berhasil itu adalah I Wayan Badan. Ia memiliki lahan satu hektar untuk pengembangan Garifta Merah. Setiap satu pohon mampu menghasilkan 35-100 kg Garifta Merah yang nerupakan buah mangga hasil perkawinan mangga-mangga lokal kualitas terbaik.

“Masa panennya biasa mengikuti musim mangga. Namun, dengan teknik yang kami miliki, sepanjang tahun akan selalu berbuah,” jelas Wayan Badan.

Teknik yang dilakukan adalah dengan pemupukan yang tepat. Ia menjelaskan, pupuk yang digunakan adalah dengan pupuk cacing hasil temuannya. Pupuk itu dibuat secara organik dengan kandungan yang sangat lengkap untuk tanaman buah.

“Hasilnya memang memuaskan, seperti saya katakan tadi, sepanjang tahun akan terus berbuah,” ujarnya demikian.

Pelopor Pertanian Organik di Bangli ini menjelaskan, ia memulai menanam bibit Garifta merah di Desa Sudaji, Kabupaten Buleleng. Penanaman dimulai tahun 2006 dan berhasil berbuah pada 2009.

“Pemupukan dilakukan setahun 2 kali, menjelang musim hujan dan akhir musim hujan,” ujar demikian. (Way)