Garap Pasar Online, Kingaru Bersaing Untuk Matras Kelas Premium

    


(Ki-ka) Sam Vervaert, Sven Vervaert dan Imleda - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menggarap dan mengoptimalkan pasar online, produk kasur non pegas Kingaru bersaing dengan produk premium sejenis yang sudah beredar di pasaran. Imelda, marketing communication Kingaru mengatakan, pihaknya mengutamakan kualitas produk.

“Produksi kita di Indonesia tapi material yang kami gunakan kualitas impor dan sampai saat ini, kami memilih pasar online. Karena itulah harga sangat kompetitif,” jelas Imelda di Denpasar, 4 Februari 2018.

Untuk saat ini, areal market masih mencakup wilayah Pulau Jawa dan Bali, terutama di tiga kota besar yakni, Denpasar, Bandung dan Jakarta. Imelda menambahkan, garansi 10 tahun diberikan untuk setiap kustomer.

Jika dalam periode garansi ada kerusakan, barang akan diganti seperti semula sesuai ukuran. “Penggantian dengan dan ketentuan berlaku,” tambah Imelda.

Kelebihan matras ini, dikatakan Imelda dapat dikemas dalam bentuk compact sehingga mudah dikemas untuk pengiriman. Jika dikeluarkan dari kemasannya, matras tersebut akan mengembang dengan sendirinya.

Selain pemesanan melalui website resmi Kingaru, kata Imelda, pihaknya juga bakal menggunakan market place untuk memasarkan produknya.

Sementara, Sven Vervaert sebagai founder produk matras Kingaru menyebutkan, produk yang dirilis di pasaran dibanderol dengan harga antara Rp 4 juta hingga Rp 8 juta dengan jenis super king menjadi produk terbesar dengan ukuran 2×2 meter.

“Kami juga menawarkan 100 hari pakai gratis sebelum benar-benar memilih produk kami,” ujar Sven.

Menurut Sven, pelanggan juga dapat menyesuaikan waktu pengirimannya dan itu secara lengkap sudah tersedia di form pemesanan yang ada di website resmi Kingaru.

Sven menuturkan, pihaknya juga bekerjasama dengan sebuah Yayasan di Bali dalam penyaluran Coorporate Sosial Responsibility (CSR). Dari matras yang dikembalikan oleh konsumen akibat cacat produksi, akan disalurkan untuk memenuhi kehidupan layak para anak yatim piatu dibawah naungan sebuah Yayasan di Bali.

Matras Kingaru juga dikompilasikan dengan produk dipan yang desainnya disesuaikan dengan matras yang ada. Sam Vervaert di bagian bed furniture mengatakan, kayu jati pilihan jadi material utama dan produksinya dilakukan dengan tangan.

“Kemasannya knock down jadi bisa dibongkar pasang saat pengiriman,” ujar Sam.

Nama Kingaru terinsipirasi dari nama Kangguru, binatang endemik dari Benua Australia. Dengan kantung di tubuh Kangguru, memberikan makna memberikan perasaan nyaman dan aman. (Way)