Gangguan yang Diderita Bayi Malang ini Cuma Bisa Diatasi dengan Cangkok Hati

    


Arfan, bayi penderita gangguan fungsi hati bersama ibunya, Ny. Ria Susanti - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Nasib Arfan Rashya Pradipta (5 bulan), balita anak pertama pasangan Tohari (28) dan Ria Susanti (26), warga Dusun Pandean, Suren, Kutoarjo, Purworejo ini sungguh malang. Di usianya yang masih bayi, Arfan sudah menderita penyakit gangguan fungsi hati.

Karena penyakit yang dideritanya itu, mata Arfan menjadi kuning, kulitnya menghitam, serta perutnya membesar. Itu dikarenakan, hati dan limpa Arfan semakin membengkak.

“Nafsu makan Arfan jadi makin berkurang, dan sering muntah,” ujar Ny. Ria, Sabtu (5/8).

Menurut sang ibu, penyakit yang diderita putra pertamanya itu, sudah kelihatan sejak Arfan dilahirkan 5 bulan silam, tepatnya 10 Maret 2017 di RS Palang Biru Kutoarjo. Sehari dilahirkan, mata Arfan terlihat kuning. Dikira kuning biasa, Arfan menjalani penyinaran blue light selama 3×24 jam. Namun ternyata, kuning di mara Arfan tak juga menghilang.

Bahkan kian hari, bukan hanya mata Arfan yang menguning. Perutnya juga tampak membesar. Akhirnya, ibunda Arfan memeriksakannya ke dokter spesialis anak. Untuk memastikan, Arfan menjalani cek laborat.

“Hasilnya, pigmen kuningnya tinggi. Bilirubin totalnya mencapai 15,96 mg/dl. Padahal minimal 0,9 mg/dl,” jelas Ria sambil menunjukkan hasil cek laboratnya.

Melihat hasilnya, akhirnya Arfan dirujuk ke RS Sardjito, Jogja untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Di RS Sarjito, Arfan mendapat serangkaian pemeriksaan, baik general chek up maupun rontgent. Hingga kini, pemeriksaan terus dilakukan, dan Arfan menjalani kontrol seminggu sekali. Karena biaya pemeriksaan ditanggung BPJS.

Kata Ny. Ria, Arfan masih dalam proses pelacakan medis. Dia menjalani MRCP (Magnetic Resonance Cholangiopancreatography), untuk mengetahui apa penyebab munculnya gangguan fungsi hatinya. Dari 40 penyebab timbulnya penyakit gangguan fungsi hati, baru satu yang terdeteksi, yakni, ada dugaan Arfan terinfeksi virus CMV (Cytomegalovirus), yakni virus yang ditimbulkan oleh binatang.

“Yang membuat hati makin sedih, mata Arfan makin menguning, tubuhnya makin menghitam, dan perutnya membesar,” kata Ny. Ria.

Untuk asupan gizinya, Arfan tiap hari mengkonsumsi susu khusus untuk penderita gangguan fungsi hati, yang harganya mencapai Rp 263 ribu, tiap 3 hari sekali. Ny. Ria sadar, penyakit yang diderita putranya itu terbilang berat, dan hanya bisa disembuhkan dengan cangkok hati, yang biayanya mencapai lebih dari Rp 1 milyar.

“Kita hanya pasrah. Ini ujian yang harus kami terima. Sebagai orangtua, kita sudah berusaha semampunya demi kesembuhan Arfan,” ujar Ny Ria pasrah, didampingi suaminya, Tohari.

Melihat kondisi putranya, Ny. Ria berharap ada kepedulian dari pihak lain. Kebutuhan susu khusus Arfan, memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sementara penghasilan suaminya yang bekerja di sebuah koperasi ini, hanya pas-pasan. Bagi yang ingin menghubungi keluarga Arfan, bisa kontak di nomor 081215931361. (Jon)