Gandeng SMK Kesehatan Purworejo, STAINU Adakan Diklat Pendidikan ‘Mendirikan dan Mengembangkan Lembaga Pendidikan’

    


Diklat Pendidikan 'Mendirikan dan Mengembangkan Lembaga Pendidikan' di STAINU Purworejo, Sabtu (02/10/2021), dengan narasumber Nuryadin, S.Sos, M.Pd, Kepala SMK Kesehatan Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bekerjasama dengan SMK Kesehatan Purworejo, STAINU (Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdatul Ulama) Purworejo mengadakan Diklat Pendidikan ‘Mendirikan dan Mengembangkan Lembaga Pendidikan’.

Diklat yang berlangsung di kampus STAINU Purworejo, Sabtu (02/10/2021) itu, diikuti oleh 33 peserta, yang merupakan perwakilan mahasiswa dari tiga prodi, PAI (Pendidikan Agama Islam), PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) dan PIAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Dipandu moderator Najanudin Muhammad, S.Pd.I, M.Pd.I dari STAINU Purworejo, Diklat menghadirkan narasumber Nuryadin, S.Sos, M.Pd, Kepala SMK Kesehatan Purworejo, dengan metode 70 persen teori dan 30 persen praktek.

Di sela-sela kegiatan, Nuryadin mengungkapkan, Diklat tersebut merupakan tindaklanjut dari kerjasama yang sudah ditandatangani oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo dengan Ketua STAINU beberapa bulan lalu.

Materi yang disampaikan dalam Diklat, meliputi, arah kebijakan program pengembangan pendidikan dasar NU, tantangan dan peluang pendirian pendidikan dasar, TK, MI, SD unggul, teknik dan strategi mendirikan pendidikan dasar unggul, dan manajemen pengelolaan dan pengembangan TK, MI, SD unggul.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari perwujudan dharma bakti kita kepada agama, bangsa dan negara, juga bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat,” ujar Nuryadin.

Target dari pasca Diklat ini, kata Nuryadin, diharapkan peserta bisa memahami dan mengantisipasi persaingan global di bidang pendidikan dasar, juga peserta dapat memahami visi misi pendidikan dasar Islam, peserta dapat mendirikan dan mengembangkan TK MI SD unggul, baik yang berbasis Nahdiyin maupun umum di masing-masing daerahnya pasca lulus dari STAINU Purworejo.

“Peserta diharapkan menjadi enterpreneur pendidik Islam yang handal di tengah arus perubahan global,” jelas Nuryadin, sambil menambahkan, pasca Diklat akan ditindaklanjuti dengan kunjungan lapangan ke SD terbaik di Yogyakarta.

Terpisah, Roikhatuljanah, MPd, dari LP3M (Lembaga Penelitian Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat) STAINU Purworejo selaku penyelenggara menyampaikan, hasil atau output dari Diklat ini, mahasiswa dan dosen berkolaborasi untuk paling tidak STAINU itu bisa mendirikan kemudian mengembangkan lembaga pendidikan dibawah NU, yang maju dan dapat menjadi percontohan di Kabupaten Purworejo.

“Sekarang gebrakannya, dengan memberikan Diklat ini kepada mahasiswa sehingga mereka semangatnya tergugah untuk ikut serta dalam mendirikan dan mengembangkan lembaga pendidikan,” ujar Roikhatuljanah. (Jon)