Gajah Taro Siap Manjakan Wisatawan di Bali

    


Foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Elephant Park di Desa Taro, Gianyar, Bali menjadi pioner wisata alam di Pulau Dewata. Berdiri tahun 1997, wisata alam dengan koleksi gajah Sumatera memiliki daya tarik tersendiri.

Assistent Director of Sales and Marketing Mason Adventure Bali Devi Nila mengatakan, desa Taro memiliki cuaca yang sesuai dengan gajah-gajah yang dipelihara di lahan seluas 3,5 hektar.

“Dari situlah, kemungkinan gajah-gajah itu mau berkembang biak dengan baik. Karena cukup sulit mengembangbiakkan gajah di lingkungan baru di luar habitat aslinya,” jelas Devi Nila

Dari beberapa gajah yang awalnya dipelihara, kini jumlahnya sebanyak 31 ekor. Empat diantaranya masih berusia bayi. Pihaknya akan terus melestarikan gajah-gajah itu dalam program penangkaran.

Berada satu lokasi dengan areal penangkaran gajah-gajah jinak itu, Masson akhirnya mengembangkan instrumen bisnisnya dengan menambah lodge atau pondok wisata. Di pondok wisata itu, para tamu bisa berinteraksi langsung dengan gajah.

“Bahkan gajah bisa dilihat langsung di depan kamar. Tamu juga bisa berinteraksi langsung dengan ikut memandikan gajah atau berenang,” jelas Devi.

Saat ini Mason terus mengembangkan bisnis pariwisata di Bali yang tetap jadi pioner dan belum pernah ada. Termasuk, bisnis yang tengah dikembangkan saat ini adalah produksi makanan coklat. (Way)