Gadai Motor, Kepala Desa Ditangkap Polisi

    


Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Edy Istanto, saat menunjukkan barang bukti pada gelar perkara kasus memindah tangankan jaminan fidusia kendaraan bermotor tanpa sepengetahuan pihak finance, Selasa (15/1), di Mapolres Kebumen - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kasus ini, bisa diambil hikmahnya. Hati-hatilah dalam memindah tangankan jaminan fidusia kendaraan bermotor tanpa sepengetahuan pihak finance, karena bisa dipidanakan.

Inilah yang dialami NM (52), oknum kepala desa di wilayah Kecamatan Sempor, Kebumen. Dia terpaksa harus berurusan dengan polisi, karena menerima gadai sepeda motor jaminan fidusia milik NSC oleh salah satu debitur berinisial SM (43).

SM yang juga warga dari NM menggadaikan sepeda motor Honda Beat berjumlah dua unit. Selanjutnya sepeda motor tersebut digadaikan kembali oleh sang Kepala Desa dengan dibantu perantara tersangka GW (42), warga Sidayu, Gombong.

Selanjutnya sepeda motor itu berpindah dari Kepala Desa, kepada tersangka inisial AK warga Kecamatan Puring.

“Kasus ini berawal dari laporan salah karyawan NSC terkait dua kendaraan sepeda motor yang menjadi objek jaminan fidusia yang telah digadaikan oleh tersangka. Selanjutnya kasus ini kita kembangkan, dan kita mendapatkan 15 unit kendaraan bermotor dan dua mobil,” jelas Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Edy Istanto didampingi Kasubbag Humas AKP Suparno saat Konferensi Pers mewakili Kapolres Kebumen, Selasa (15/1) siang.

Lanjut Edy, untuk belasan sepeda motor dan dua unit mobil yang disita diperoleh Sat Reskrim di gudang milik sang Kepala Desa.

“Belasan sepeda motor dan dua mobil itu, kasusnya mirip mirip dengan dua barang bukti utama tersebut. Kendaraan – kendaraan tersebut memiliki STNK bukan bodong,” katanya menambahkan.

Akibat perbuatannya, NM dijerat dengan pasal 480 KUHP. Demikian pula tersangka GW dan AK dijerat dengan pasal yang sama. Sementara Sm, dijerat dengan pasal 36 UU RI nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan Fidusia atau pasal 372 KUHP.

Dari keterangan NM, tindakan gadai menggadai sudah berlangsung 4 tahun terakhir. Keuntungan dari hasil menggadai tersebut, tersangka yang mengaku telah dua periode menjabat sebagai Kepala Desa mendapatkan 10 persen. (Jon)