Forum Parlemen Dunia Hasilkan Dokumen Bali Roadmap

    


Sesi konferensi pers pada penutupan World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) ke-3 yang digelar di Kuta, Bali 4-5 September 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pertemuan World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) menghasilkan kesepakatan Bali Roadmap. Rumusan itu dihasilkan dalam sidang yang dipimpin ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen dan ketua WPFSD Nurhayati Ali Assegaf.

Bali Roadmap merupakan perwujudan kebutuhan akan komitmen dan political will kuat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan saat ini dan untuk generasi mendatang.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menjelaskan, pertemuan ketiga di Bali ini mengangkat isu kesenjangan melalui fungsi sosial dan finansial.

“Pentingnya mengangkat isu ketimpangan ini, baik antar negara dan yang terjadi di berbagai belahan dunia,” jelas Fadli Zon pada penutupan WPFSD di Kuta, Bali, Kamis, 5 September 2019.

Ada 3 penekanan dalam Dokumen Bali Roadmap yakni, pemenuhan hak-hak kebutuhan dasar manusia tanpa terkecuali, yang meliputi, aspek kesehatan, pendidikan, perumahan yang layak, dan akses terhadap air bersih dan sanitasi.

Mendorong lokalisasi tujuan pembangunan berkelanjutan dengan mempertimbangkan konteks budaya dan kearifan lokal suatu negara.

Mendorong kemitraan berbagai pihak, terutama pelaku usaha untuk menjawab tantangan tujuan pembangunan berkelanjutan seperti, penyediaan akses pelayanan keuangan yang terbuka bagi semua pihak.

Indonesia sebagai tuan rumah, kembali menyuarakan tentang ketimpangan ekstrem yang menjadi penghambat utama dalam pembangunan, sekaligus mengancam penegakan Hak Asasi Manusia.

“Ini adalah peran parlemen yang berkomitmen pada SDGs yang mungkin tidak ada pada MDGs yang lalu,” jelasnya.

Selain itu, Fadli Zon juga menekankan pentingnya parlemen untuk melakukan autokritik pada data-data pembangunan dari suatu pemerintahan negara sebagai bentuk mekanisme check and balance

Sementara, Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) memberikan apresiasi kepada Indonesia, terutama pelaksanaan WPFSD sebagai upaya nyata dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. (Way)