Flobamora: Tidak Ada Rekomendasi untuk Aksi Demo IMF-WB

    


Pengurus Flobamora melakukan klarifikasi atas sejumlah pihak yang mengatasnamakan Flobamora saat demo menolak IMF-WB di Renon (9/10/2018) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Flobamora yang merupakan paguyuban etnis NTT di Bali memberikan klarifikasi terkait pihak lain yang ikut demo menentang pelaksanaan pertemuan IMF-WB beberapa waktu lalu. Dalam aksi turun ke jalan menolak IMF-WB, sejumlah orang ada yang menyebut sebagai anggota Flobamora.

Ketua Umum Flobamora Yosep Yulius Diaz menjelaskan, Flobamora tak pernah memberikan mandat kepada warganya terkait aktifitas tertentu tanpa sepengetahuan pengurus.

“Ada yang menyebut dari Flobamora saat demo menolak IMF-WB di Renon. Kami disini tidak merekomendasikan kegiatan itu,” jelas pria yang akrab disapa Yusdi ini di sekretariat Flobamora, Renon, Rabu (10/10/2018).

Dijelaskan Yusdi, Flobamora identik dengan warga dari NTT. Namun tidak setiap warga NTT yang ada di Bali ikut dalam ikatan keluarga besar Flobamora. Bisa jadi, menurut Yusdi, mereka yang turut menyuarakan penolakan pertemuan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia itu punya komunitas atau lembaga sendiri.

“Namun di lapangan, ketika ditanya, mereka menyebutkan Flobamora. Ini yang perlu diluruskan. Karena setiap anggota memegang kartu keanggotaan,” ujarnya.

Flobamora saat ini memiliki jumlah anggota sebanyak 10.361 orang yang tersebar di seluruh Bali. Dalam setiap event tertentu, anggota Flobamora juga sering terlibat aktif.

Bahkan menurut Yusdi, dalam perhelatan IMF-WB ini, banyak anggotanya yang ikut kecipratan rejeki dalam banyak sisi kegiatan.

“Sebagai paguyuban yang berada di Bali, kami selalu mendukung program pemerintah daerah,” ujarnya. (Way)