Fakta IMF-WB di Bali Punya Manfaat Besar untuk Bali dan Indonesia

    


Gubernur Bali I Wayan Koster - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Perhelatan International Monetery Fund-World Bank (IMF-WB) di Nusa Dua Bali dikatakan Gubernur Bali I Wayan Koster, bukan suatu pemborosan. Selama ini, kata Koster, di Bali sendiri banyak yang mempertanyakan jika IMF-WB tidak ada manfaatnya.

Aksi unjuk rasa pun sempat digelar oleh sejumlah kelompok untuk memprotes pelaksanaan IMF-WB.

“Beberapa orang tersebut tidak merepresentasikan masyarakat Bali. Sehingga aspirasi yang disampaikan bukan merupakan aspirasi masyarakat Bali,” jelas I Wayan Koster saat menggelar konferensi pers di Jaya Sabha kantor Gubernur Bali, Selasa, 9 Oktober 2018.

Dikatakan Koster, masyarakat Bali dikenal sebagai masyarakat yang ramah dan santun. Pihaknya menekankan kepada semua komponen masyarakat di Bali untuk secara sadar dan aktif mendukung terwujudnya suasana Bali yang aman dan nyaman.

IMF-WB tahun ini menjadi yang terbesar setelah pertemuan serupa di Washington DC, Amerika Serikat pada 46 tahun lalu. Kala itu 14.000 orang menghadiri acara tersebut. Kemudian, perhelatan di Indonesia, IMF-WB dihadiri oleh 34.000 orang peserta dari 189 negara.

Koster menambahkan, event MICE ini mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih dari 34 ribu orang. Termasuk, jumlah lapangan kerja mencapai 32.700 orang atau meningkat 1,26 persen.

Selain itu, peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) diatas Rp 1,2 trilyun dengan pertumbuhan ekonomi Bali mencapai diatas rata-rata nasional.

“Pertumbuhan ekonomi Bali mencapai lebih dari 6,5 persen, serta peningkatan promosi dan citra pariwisata Bali dan Indonesia menjangkau 189 negara di seluruh dunia,” jelas Koster. (Way)