Edarkan Hexymer, Warga Cilacap Ditangkap Polisi

    


Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, menunjukkan tersangka MI (36), seorang pengedar pil Hexymer, warga Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap - foto : Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sat Resnarkoba Polres Kebumen berhasil menangkap MI (36), seorang pengedar pil Hexymer, warga Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Rabu (13/9). MI ditangkap di daerah pantai Logending, Ayah, Kebumen.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan pil Hexymer sebanyak 201 butir dan 575 butir dextrometrophan yang sedianya akan diedarkan di wilayah Kebumen.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat konferensi pers menjelaskan, obat-obatan yang diamankan tersebut tidak bisa diedarkan bebas tanpa resep dokter.

“Tanpa memperhatikan keamanan dan mutu, tersangka mengedarkan kepada warga masyarakat, terutama pemuda,” jelas kapolres, didampingi Kasat Narkoba AKP Mardi, Kamis (03/10).

Akibat perbuatannya, MI dijerat dengan pasal 196 Jo. pasal ayat (2) UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Pasal 196 UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan diancam penjara paling lama 10 tahun serta denda paling banyak satu miliar Rupiah.

Dijelaskan kapolres, Hexymer adalah obat dari golongan psikotropika yang dapat mengatasi gejala-gejala penyakit parkinson. Obat ini akan berdampak tidak baik bagi kesehatan jika dalam penggunaannya tidak menggunakan resep dokter.

“Efek samping hexymer yang sering terjadi, penglihatan kabur, pusing, mulut kering, dan gangguan saluran cerna. Hal ini disalahgunakan untuk mendapatkan efek mabuk,” pungkas kapolres. (Jon)