Dukung Proses Hukum, Forkomwil Puspa Tetap Dampingi Anak Pelaku Kejahatan

    


Forum Komunikasi Wilayah Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forkomwil Puspa) Provinsi Bali - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Ketua Forum Komunikasi Wilayah Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forkomwil Puspa) Provinsi Bali Tjokorda Istri Putri Hariyani Sukawati, menanggapi soal kasus anak dibawah umur sebagai pelaku pembunuhan di Ubung, Denpasar, beberapa waktu lalu.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi kejadian seperti itu. Istri Wagub Bali ini mengajak semua pihak tergugah dan memiliki rasa tanggung jawab bersama. Menurutnya, kejahatan tidak bisa ditolerir bahkan oleh pelaku yang masih dibawah umur.

“Namun kita bisa berpikir lebih bijak, apa yang melatarbelakangi sehingga pelaku melakukan perbuatan nekad seperti itu,” kata Putri Hariyani Sukawati, Kamis, 7 Januari 2021.

Pihaknya juga akan mengupayakan pendampingan dalam proses hukum, agar tidak digolongkan sebagai kejahatan biasa sebagaimana pelaku orang dewasa.

“Setidaknya sel tahanan agar dibedakan, jangan dicampur dengan yang umum,” tambahnya.

Di sisi lain, ia juga mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Mengingat korban juga merupakan tulang punggung serta anak kebanggaan keluarga.

Hal senada juga diutarakan oleh Dr. Lely Setyawati. Ia menjelaskan, pelaku yang masih di bawah umur tidak boleh mendapatkan perlakuan yang sama seperti tahanan dewasa.

“Sekarang umurnya baru 14 tahun, jika sudah bebas maka umurnya baru 29 tahun. Itu adalah umur yang masih produktif. Sehingga tugas kita bersama agar kelak dia bisa diterima masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, pelaku AHP (14,3) melakukan pembunuhan sadis terhadap korban berusia 24 tahun yang bekerja sebagai teller bank di rumahnya di kawasan Ubung, Denpasar. Aksi sadis itu berlatar pencurian yang berakhir dengan kekerasan terhadap korban NPW.

Pelaku menghadapi vonis maksimal 15 tahun penjara dan sekarang kasusnya masih berproses. (Way)