Dua Warga Negeri Jiran di Bali Dideportasi Usai Bebas dari Lapas Narkotika

oleh
Dua warga negara Malaysia dideportasi usai bebas menjalani kurungan penjara dalam perkara pidana narkoba di Bali - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Dua warga Malaysia dideportasi usai menjalani pidana karena kasus narkoba. Keduanya MEBJ (28) dan AABA (29).

MEBJ ditangkap pada 2018 saat melewati pemeriksaan Bea Cukai bandara I Gusti Ngurah Rai. Ia kedapatan membawa 17 butir pil ekstasi. Narkoba tersebut dibawa dari Malaysia.

“Yang bersangkutan telah empat kali datang ke Bali, setiap kali datang ia menyempatkan diri menonton acara musik,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Romi Yudianto, Jumat, 1 Desember 2023.

Ia digelandang ke kantor polisi dan ditahan selama 2 bulan. Kemudian dipindahkan ke Lapas Kerobokan selama 4 bulan.

Dalam persidangan, MEBJ divonis bersalah dan menjalani kehidupan sebagai narapidana. Pada 15 November 2023, MEBJ bebas murni.

Sementara, AABA (29) juga tersandung masalah narkoba di Bali. Pria negeri Jiran itu datang ke Bali pada 23 Oktober 2016 menggunakan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK).

Ia terdeteksi X-ray oleh petugas bea cukai membawa pil ekstasi, sabu-sabu seberat 8,18 gram, dan 39,75 gram obat Erimin Five. Narkoba tersebut ditemukan di dalam koper.

Dalam proses hukum yang dijalani, AABA terbukti bersalah dan meringkuk di penjara. Dalam perjalanannya, ia mendapatkan sejumlah remisi. Selanjutnya, bebas murni pada 15 November 2023 dari Lapas Bangli.

Sebelum dideportasi, Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar Gede Dudy Duwita mengatakan, kedua WNA itu didetensi selama 9 hari.

“Mereka dideportasi pada 29 November 2023 pukul 15.30 wita, dengan tujuan akhir Kuala Lumpur, Malaysia. Adapun biaya kepulangan seluruhnya ditanggung oleh yang bersangkutan,” jelas Gede Dudy. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News