Dua Tahun Kesulitan Tamu, Kini Hotel Lawas di Kota Denpasar Ini Ketiban Rejeki Dari Tim BRI Liga 1

    


Hotel Taman Suci Denpasar, Markas Tim Tira Persikabo 1973 - foto: Yan Daulaka

KORANJURI.COM – Dampak pandemi covid-19 yang hingga kini kembali hadir dengan varian baru bernama omicron menyebabkan roda perekonomian pariwisata di Bali khususnya di kota Denpasar masih belum pulih seratus persen normal.

Dua tahun sejak dihantam virus mematikan tersebut, dunia pariwisata dijantung ibukota Bali seakan-akan tidur panjang dan semua berharap cemas kapan bisa kembali normal.

Mulai dari hotel berbintang hingga sekelas bungalow, villa hingga bisnis kos-kosan pun merayap akibat tingkat hunian atau okupansi yang turun drastis.

Bahkan diantaranya tanpa pemasukan sepersenpun hingga terpaksa ditutup permanen dan dijual alias for sale.

Namun diawal tahun 2022 ini, sebagian hotel di pusat kota Denpasar mendapatkan berkah dengan adanya gelaran kompetisi sepakbola nasional BRI Liga 1 musim ini.

Sebut saja hotel Taman Suci di Jalan Imam Bonjol yang berdekatan dengan kawasan terminal Tegal. Hotel 4 lantai yang dibangun tahun 1996 ini menjadi markas nginap tim Tira Persikabo 1973.

Tim besutan pelatih Lestiadi mulai masuk di hotel ini sejak awal Januari, tepatnya beberapa hari sebelum bergulir putaran kedua seri IV kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional.

Dikonfirmasi langsung dengan pihak Hotel yang memiliki 45 kamar tersebut, jika tim Tira Persikabo 1973 ini memboking 30 kamar hingga akhir bulan Maret 2022 atau berakhirnya kompetisi BRI Liga 1.

“Kerjasama kami dengan Persikabo selama 3 bulan, Januari hingga Maret, tepatnya per tanggal 1 Januari hingga akhir kompetisi. Kami sangat berterima kasih dengan kepercayaan yang mereka berikan selama mereka tinggal di Bali mengarungi putaran kedua BRI Liga 1,” ungkap Fadli, perwakilan manajemen Hotel Taman Suci.

Diceritakan pula oleh Fadli, bahwa sejak dilanda pandemi covid 19 dua tahun belakangan, Hotel Taman Suci seperti juga hotel-hotel lainnya dikawasan kota Denpasar juga mengalami hal sama, yakni kesulitan pemasukan keuangan.

Namun, selama masa itu, pihak manajemen tetap memutar otak melakukan beberapa inovasi, agar setidaknya hotel yang sudah berganti kepemilikan sejak tahun 2018 ini tetap beroperasi.

“Inovasi yang kami berlakukan di Hotel seperti menjadikan kamar-kamar disewa mingguan atau bulanan (long stay). Itu semua kami lakukan agar ada pemasukan yang bisa kami gunakan untuk perawatan fasilitas hotel dan sedikit menggaji karyawan yang masih bertahan,” ujar Fadli.

Sementara, dengan himbauan pemerintah terkait penerapan prokes disetiap hotel, khususnya hotel yang dipakai para kontestan BRI Liga 1, manajemen Hotel Taman Suci juga memberlakukan sistim bubble to bubble.

Bahkan aturan super ketat diterapkan, agar tidak ada tamu yang tak penting bisa bebas keluar masuk ke area hotel apalagi bertemu para pemain dan offisal Persikabo.

“Selama Persikabo di hotel kami, kami juga tidak menerima tamu lain. Jadi kami pastikan anggota tim Persikabo aman selama mereka berada di Hotel, dan aman pula selama mereka berkompetisi di BRI Liga 1,” kata Fadli. (Yan Daulaka)







    




News

BERITA PILIHAN

    

Kembali ke Atas