Drama Topeng Bondres, Nakal Tapi Sarat Tuntunan

    


Pementasan Topeng Bondres dari Sanggar Rate Jual, Buleleng menyedot animo pengunjung PKB XXXIX di Kalangan Ayodhya, Taman Budaya Denpasar (Art Center) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pentas Kesenian Topeng Bondres sarat dengan pesan moral untuk para pemirsanya. Seni lawak khas Bali yang biasanya selalu diiringi dengan gamelan ini selalu menjadi suguhan menarik dan mampu menyedot tawa dengan banyolan yang khas.

Di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017, kelompok Topeng Bondres Inovasi dari Sanggar Rare Kual, Buleleng, menjadi salah satu tontonan dengan pengunjung membludak.

“Bondres ini, disamping lucu, juga sangat mendidik. Meski ada sedikit bagian yang tidak terkontrol tapi cepat dan cekatan dapat diatasi dengan memberikan tuntunan,” jelas Kordinator Pengamat Bondres, I Ketut Kodi.

Pelakon dalam pentas Topeng Bondres itu masing-masing, Ngurah Indra Wijaya sebagai Wah Joni, I Made Artana yang bernama panggung Made Bojes, Kade Agus Ria Arnawan atau De Slowly, Made Sukantara Arpin atau Ayu Sinta dan Dede.

Ketut Kodi mengatakan, alur cerita yang mudah disimak memberikan warna tersendiri dalam pementasan di Kalangan Ayodhya, Taman Budaya Denpasar (Art Center).

Bercerita tentang seorang pemuda, pewaris tanah berhektar-hektar yang didapatkan secara turun temurun. Dengan panorama Danau Tamblingan, ada investor yang tertarik membeli tanah itu.

Si pemuda pun nyaris tergiur dengan penawaran tinggi dari investor. Pada saat yang sama, hal itu menjadi perdebatan di kalangan sahabat-sahabatnya. Lagipula tanah warisan itu memiliki sumber air yang sangat jernih.

Secara turun temurun pula, sumber air itu digunakan sebagai sarana upacara dalam menjalankan tradisi bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Di akhir cerita, bujuk rayu investor dapat ditepis dan si pemuda urung menjual tanah warisan tersebut.

“Latar belakang cerita yang kami angkat selaras dengan tema PKB 2017 yakni Ulun Danu yang bermakna melestarikan air sebagai sumber kehidupan,” jelas I Ketut Kodi
 
 
Way