Doa Bersama Sambut Tahun Baru di Bandara Ngurah Rai

    


Doa bersama di BNR Bali menyambut Tahun Baru 2019 - foto: Ari Wulandari/Koranjuri.com

Doa Bersama Sambut Tahun Baru di Bandara Ngurah Rai
KORANJURI.COM – Menyambut Tahun Baru 2019 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini kegiatan doa bersama dilakukan di Bandara Internasional Ngurah Rai (BNR) Bali yang dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Kita hadir di sini untuk memanjatkan doa, melihat apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan kami lakukan ke depan,” kata Menhub, Budi Karya Sumadi, Selasa malam (31/12/2018), di Tuban.

Menurut Menhub, memaknai pergantian tahun dengan berdoa diharapkan menjadi bagian refleksi diri atas beberapa bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Bencana alam itu di antaranya gempa bumi di Lombok dan Sulawesi Tengah serta bencana tsunami di Selat Sunda yang dipicu longsor bawah laut sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Kita harus secara mendalam berdoa, mendoakan agar negara ini dibebaskan dari bencana. Lombok, Donggala, dan Banten membuat banyak hal yang kita harus introspeksi pada diri. Kami harapkan ketiga tempat itu segera pulih,” ucapnya.

Dengan lampu penerangan yang dipadamkan, doa yang disampaikan dalam dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan Inggris itu kemudian diiringi dengan penyalaan lilin yang bertempat di Terminal Keberangkatan Internasional BNR.

Sejumlah pejabat Kementerian Perhubungan turut hadir seperti Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti, Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi dan Kepala Otoritas Bandara Wilayah Bali Nusa Tenggara Herson.

GM Bandara Ngurah Rai Bali, Yanus Suprayogi dan jajaran turut larut dalam doa.

“Menjelang paripurnanya tahun ini, cukup banyak duka yang dialami oleh negeri ini. Musibah kecelakaan yang melibatkan pesawat udara, serta bencana alam yang melanda, menjadi pengingat bagi kita untuk menundukkan kepala sejenak untuk berempati bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Yanus.

Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi turut mengajak para tamu untuk turut berempati atas musibah yang terjadi sepanjang 2018.

“Marilah kita sejenak berdoa untuk saudara-saudara kita di seluruh Indonesia yang terkena musibah bencana alam pada sepanjang tahun 2018,” ucap Faik dalam sambutannya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara pelepasan dan penyambutan penumpang menjadi puncak acara pergantian tahun di Bandar Udara. Pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK-399 dengan tujuan Dubai menjadi pesawat yang terakhir meninggalkan Bali di penghujung tahun 2018.

Para penumpang penerbangan ini dilepas langsung oleh Menteri Budi Karya, beserta para tamu undangan. Kalung bunga gumitir dan suvenir menjadi memorabilia bagi para penumpang yang hendak menghabiskan detik-detik pertama tahun baru di udara.

Tidak hanya penumpang yang berangkat, para penumpang yang datang pertama di tahun 2019 pun turut mendapat prosesi penyambutan pengalungan bunga dan suvenir. Iringan gamelan dan Tari Sekar Jagat turut menyambut para penumpang yang tiba melalui penerbangan Korean Air KE-629. (ari)