Dituduh Mengganggu Istri Orang, Andri Dianiaya Hingga Babak Belur

    


Kedua pelaku penganiayaan, MS dan ANF, kini ditahan di Mapolsek Loano - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Nasib apes dialami Andri Mulyono (25), warga Desa Kebongunung, Loano, Purworejo. Dianggap telah mengganggu rumah tangga temannya, Andri dianiaya. Akibat kejadian ini, korban mengalami luka memar dan luka sayat. Kasus penganiayaan ini, kini sedang ditangani Polsek Loano.

Dua pelaku yang menganiaya korban, MS (28), dan ANF (24), keduanya warga Kebongunung, kini ditahan di Mapolsek Loano untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Dia suka kirim sms ke HP istri saya, yang isinya sangat menganggu,” aku MS, dihadapan para wartawan, Kamis (30/3).

MS menganggap, seringnya korban mengirim sms ke HP istrinya, membuat rumah tangganya jadi terganggu. Diapun sudah memperingatkan korban, untuk tidak menganggu istrinya lewat sms. Akibat tindakan korban, MS mengaku cemburu.

Karena diperingatkan korban tak juga sadar, yang menurut MS malah makin parah, pada Kamis malam (23/3), MS meminta ANF untuk menjemput korban supaya datang ke rumahnya. Di rumah itulah, penganiayaan terjadi.

“Korban dipukul oleh kedua pelaku, hingga mengalami memar di pelipis dan kepala bagian belakang, bibir pecah, dan luka sayatan di lengan bawah,” jelas Kapolsek Loano, AKP Markotib, didampingi Kasubag Humas, AKP Lasiyem.

Akibat penganiayaan itu, korban sempat mengalami pusing kepala, kejang dan mual. Korban sempat dibawa ke RS Islam Loano untuk menjalani perawatan. Karena tak terima, korban melaporkan kasus ini ke polisi.

“Kedua pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP, subsider pasal 351 ayat 2, tentang penganiayaan. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” jelas Markotib.
 
 
Jon