Dituding Selewengkan Uang Arisan, Ketua PA GMM Purworejo Angkat Bicara

    


Ketua PA GMM Purworejo, Nawang Srimulat, didampingi penasehat hukumnya, Binarko Andriyanto, SH - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dituding selewengkan dana arisan, Ketua Pengelola Paguyuban Arisan Gani Mega Morris (PA GMM) Purworejo angkat bicara. Didampingi penasehat hukumnya, Binarko Andriyanto, SH, Nawang Srimulat, selaku Ketua PA GMM Purworejo memberikan klarifikasi.

Tudingan ini disampaikan para anggota PA GMM yang haknya belum terpenuhi, melalui penasehat hukumnya, Samino, SH, Selasa (2/4) lalu. Isinya, para anggota yang belum mendapatkan arisan, terancam tidak akan mendapatkan haknya, karena pengelolaan keuangan arisan yang tidak beres.

Mereka menduga, ketidakberesan keuangan arisan dikarenakan, digunakan untuk kepentingan pribadi ketua arisan, yakni, untuk membeli mobil, tanah, membangun rumah, dan kepentingan pribadi lainnya. Dampaknya, arisan terancam bubar, dan para anggota bakal kehilangan haknya.

“Saya akui, kalau perusahaan sedang ada masalah keuangan. Tapi itu dikarenakan, adanya beberapa kredit macet, piutang nasabah. Yang seharusnya membayar, tidak membayar. Jadi tidak benar kalau digunakan untuk kepentingan pribadi saya,” kata Nawang Srimulat, memberikan penjelasan di hadapan wartawan, Jum’at (5/4).

Jumlah nasabah yang belum membayar ini, padahal sudah dapat arisan, mencapai 83 orang, dengan jumlah tagihan mencapai Rp 2, 827 milyar. Pihak pengelola, menurut Nawang, sudah melakukan penagihan, baik secara manual (non ligitasi), maupun menggugat lewat pengadilan (ligitasi).

Nawang menjamin, bahwa nasabah tetap akan mendapatkan haknya, dan tidak akan hilang. Pihaknya tetap akan mengupayakan hak tersebut, namun perlu waktu. Antara pihak pengelola dengan nasabah, kata Nawang, sudah ada komitmen-komitmen. Jika sudah jatuh tempo haknya belum terpenuhi, pihak pengelola akan minta tempo lagi, dan diminta para nasabah untuk memakluminya.

“Ada 3 kategori nasabah disini. Ada yang sudah terbayarkan, dalam perjanjian, dan belum terbayarkan/belum selesai periode,” terang Nawang.

Dijelaskan oleh Nawang, arisan ini merupakan bagian dari divisi PT GMM (Gani Mega Moris), yakni pemasaran (mobil, motor, rumah), selain jasa. Arisan dilakukan untuk memberi kemudahan pada para nasabah untuk bisa memiliki motor, mobil, maupun rumah.

Selama 13 tahun menjalankan arisan, sudah berjalan 140 periode, dengan keanggotaan mencapai 14 ribu NPA (nomor peserta arisan), dimana 126 periode diantaranya sudah selesai, dan semua anggota sudah dapat. Sisanya, 14 periode masih berjalan (dalam tahap penyelesaian), dengan keanggotaan 100 – 200 NPA.

“Intinya perusahaan tetap beritikad baik guna menyelesaikan secara menyeluruh kewajiban kepada seluruh anggota yang belum mendapatkan hak-haknya,” pungkas Nawang. (Jon)