Dituding Lakukan Perbuatan Melawan Hukum, Pengacara di Purworejo Klarifikasi

    


Tjahjono, SH, seorang pengacara warga Kutoarjo, Purworejo, saat menyampaikan klarifikasinya - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Digugat dan dituding melakukan perbuatan melawan hukum, Tjahjono, SH, seorang pengacara warga Kutoarjo, Purworejo, melakukan klarifikasi, Senin (14/09/2020).

Klarifikasi dari tergugat dua ini,
terkait pernyataan pemberitaan pada beberapa media online pada Jum’at (11/09/2020), yang menyebutkan, telah terjadi pembongkaran paksa secara biadab, ada jeritan tangis dan sebagainya, pada obyek sengketa di Senepo Seleman Timur, RT. 002 RW.002, Kelurahan Kutarjo, pada Sabtu (07/10/ 2017).

“Hal itu tidak ada, sebelum pembongkaran kami sudah memberikan somasi pada yang menguasai tanah dan bangunan tersebut, Mad Jadid. Mohon segera dikosongkan karena rumah itu segera akan direnovasi. Namun hingga hari H tidak dikosongkan,” ujar Tjahjono.

Dengan disaksikan anggota Koramil, Polsek, dan pihak kecamatan Kutoarjo, pembongakaran dilaksanakan. Para petugas yang ada di lokasi sifatnya pengamanan, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Dan selama pembongakaran tak ada masalah.

Tjahjono menegaskan, bahwa tak ada istilah pembongkaran paksa dan biadab, dan tanpa jeritan tangis anak kecil, dengan disaksikan para aparat.

Saat pembongkaran berlangsung sebagian, jelas Tjahjono, datang Sumakmun, yang minta waktu sehari untuk pindah. Namun hingga sehari kemudian, tak ada pergerakan apa-apa. Akhirnya, Senin diselesaikan pembongkaran.

“Sebulan kemudian, Mad Jadid mengajukan gugatan terkait kepemilikan hak. Sampai ke kasasi, sebagai tergugat kami menyampaikan rekonvensi, yang akhirnya dikabulkan. Hakim menyatakan rumah sengketa itu hak atas klien saya. Hakim juga menghukum penggugat untuk mengosongkan tanah dan bangunannya. Sampai saat ini kami mengajukan eksekusi ke PN Purworejo,” ungkap Tjahjono.

Dan Kamis (10/09/2020) kemarin, kata Tjahjono, Sumakmun mengajukan gugatan tentang perbuatan melawan hukum yang dilakukannya. Menurut Tjahjono, antara gugatan yang sudah sampai tahap eksekusi dengan gugatan Sumakmun, beda.

“Yang digugat perbuatan melawan hukumnya, bukan obyek sengketa.
Eksekusi mudah-mudahan berjalan lancar,” ujar Tjahjono.

Menurut Tjahjono, dalam hal ini, kliennya tak ada hubungan langsung secara hukum dengan Mad Jadid. Karena Supriyanto, kliennya, membeli tanah dan bangunan dari Agus Li si pemenang lelang.

Ungkap Tjahjono, sertifikat dan rumah milik Mad Jadid dilelang oleh bank, dan dimenangkan Agus Li. Ditangan Agus Li sudah memproses untuk eksekusinya.

“Sempat ada perdamaian antara Agus Li dengan Mad Jadid. Namun ternyata tidak ada realisasi. Akhirnya Agus Li menjual tanah dan bangunan tersebut kepada Supriyanto. Saya juga bingung, yang digugat itu siapa, karena klien saya beli dari Agus Li bukan Mad Jadid. Dan klien saya memiliki bukti kepemilikan tanah dan bangunan tersebut,” kata Tjahjono.

Dengan klarifikasi ini, kata Tjahjono, tudingan pada pernyataan pemberitaan yang dimuat pada beberapa media online tersebut tidak benar. (Jon)