Diterpa Rumor Gadaikan Sertifikat Jaminan, Ini Penjelasan KOIN

    


Direktur Kemitraan KOIN, Moh Ali Rif'an - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Koperasi UMKM (KOIN), sebagai perintis usaha penggemukan domba, kini tengah diterpa rumor tak sedap. KOIN dituding gadaikan sertifikat jaminan mitra usahanya ke bank.

Menanggapi rumor yang menjurus ke fitnah itu, Direktur Kemitraan KOIN, Moh Ali Rif’an menandaskan bahwa, tak ada penggadaian sertifikat jaminan ke bank.

“Sertifikat kita simpan di safety box di kantor. Silahkan dicek jika ingin bukti. Selama kontrak lima tahun, sertifikat dijamin aman,” tegas Ali, Senin (03/08/2020).

Menurut Ali, sertifikat memang harus diserahkan oleh mitra (pemilik kandang) saat pengisian pertama domba. Namun, ada juga yang sudah menyerahkan sertifikat terlebih dahulu.

“Karena mereka ingin lebih dulu dibangun kandangnya, dan sudah terealisasi,” ungkap Ali.

Salah satu HRD KOIN, Mardiyan mengatakan, KOIN memiliki program bagi mitra yang masih menggunakan Letter C atau Akta Jual Beli (AJB), dan saat kontrak selesai, nantinya dikembalikan dalam bentuk sertifikat, tanpa dipungut biaya.

“Syaratnya, mitra harus mengajukan permohonan ke kami terlebih dahulu,” jelas Mardiyan.

Mengenai pengisian domba yang direncanakan awal Agustus, ujar Mardiyan, terpaksa ditunda lagi karena kondisi kandang belum sempurna.

Hingga saat ini, lanjut Mardiyan, sudah ada 7 ribu calon mitra, dengan pengajuan 10 ribu kandang yang mendaftar.

“Akan tetapi belum tentu semua diacc. Karena terkait dengan asuransi dan keadaan tanah yang akan didirikan kandang,” terang Mardiyan.

Lebih jauh Mardiyan menjelaskan, saat ini sudah berdiri 600 kandang di 14 kecamatan, dan tinggal penyempurnaan.

“Suplier domba juga sudah ready. Jadi mitra tidak perlu khawatir,” ungkap Mardiyan.

Senada dengan Mardiyan, Direktur Budidaya, drh Ismangil Antarusmara mengatakan bahwa, banyak kandang belum ada tempat makan dan minum serta tempat pengumpulan urine dan kotoran domba.

Menurutnya, kontraktor (pembangunan kandang) masih fokus pada bangunan kandangnya. Sebenarnya, kontraktor juga sudah diberi gambaran bentuk dan kelengkapannya.

Diakui Ismangil, tempat makan dan minum termasuk paling sulit dalam konstruksi kandang. Ditargetkan, hingga awal September 2020 bisa terealisasi 200 kandang lengkap dan terisi.

“Kami akan segera audit kandangnya, seandainya diisi domba bagaimana kekuatan kandang tersebut. Domba akan kami kirimkan bertahap tiap bulan untuk mengamankan stok panen bulanan,” ujar Ismangil.

Salah satu mitra KOIN, Eny Kustiasih warga Desa Girirejo, Kecamatan Ngombol mengatakan bahwa, kandangnya sudah dibangun dan tinggal menunggu domba datang.

“Saya percaya kalau KOIN profesional. Isu-isu yang berkembang itu mungkin karena domba nggak datang-datang, jadi mereka menduga-duga sendiri,” ujar ibu rumah tangga yang memiliki lima kandang ini. (Jon)