Dirut Pelindo III: Pembangunan di Dumping 2 Tetap Berjalan

    


Direktur Utama Pelindo III Doso Agung - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Direktur Utama Pelindo III Doso Agung memberikan penegasan pembangunan di dumping 2 pelabuhan Benoa tetap dilaksanakan.

Namun menurut Doso, perluasan material sudah dihentikan dan tidak akan dilakukan lagi.

“Pembangunan di dumping 2 tetap dilaksanakan namun terbatas manfaatnya untuk gas Pertamina (perusahaan gas Pertamina), dan dukungan terhadap ketersediaan stok aftur penerbangan di Angkasa Pura,” jelas Doso Agung di Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu, 7 September 2019.

Dikatakan, Pelindo III saat ini telah memiliki LNG atau pangkalan gas alam cair di wilayah Selatan Benoa. Pelabuhan gas yang saat ini lokasinya dekat dengan bandara, kata Doso, akan direlokasi ke dumping 2.

“Itu (lokasi lama) nanti akan kita manfaatkan untuk cruise,” jelasnya Doso Agung.

Selama ini, sesuai Rencana Induk Pengembangan (RIP) Pelabuhan Benoa, material pengerukan pendalaman kolam di dermaga cruise digunakan untuk reklamasi di dumping 1 dan dumping 2.

Namun terjadi sedimentasi yang mengakibatkan tanaman mangrove meranggas dan mati di sebagian areal reklamasi. Akibatnya, Gubernur Bali melayangkan protes keras terhadap Pelindo III atas kerusakan lingkungan yang terjadi.

“Dengan adanya kebijakan pak Gubernur ini tentu kami juga menghormati, dan untuk menselaraskan, Pelindo III akan memenuhi apa yang telah kita sepakati bersama untuk lebih baik lagi kedepan,” jelasnya.

Sementara, Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin menyatakan, pemerintah dan Pelindo III akan menyikapi dengan meninjau ulang RIP Pelabuhan Benoa. Prioritasnya adalah untuk kepentingan umum.

“Kita menekankan 3 poin yakni, pengembangan Pelabuhan Benoa secara menyeluruh, untuk tangki bahan bakar kapal cruise yang singgah, dan pelabuhan gas cair,” kata Ridwan. (Way)