Dirgahayu Ambara Swari Lestarikan Budaya Bali Lewat Lomba Utsawa Dharma Gita

    


Gede Ngurah Ambara Putra (tengah) membuka Lomba Utsawa Dharma Gita tingkat Kota Denpasar di kantor PT Dirgahayu Ambara Swari. Lomba digelar melalui aplikasi Zello - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Lomba Utsawa Dharma Gita tingkat Kota digelar secara online melalui aplikasi Zello. Kegiatan itu sebagai bagian dari rangkaian Hari jadi Dirgahayu Ambara Swari Ke-9 dan HUT Kemerdekaan RI Ke-75.

Gede Ngurah Ambara Putra selaku owner dari PT Dirgahayu Ambara Swari menjelaskan, lomba susastra Bali itu digelar secara maraton mulai dari Jembrana, Tabanan, Badung, Bangli dan Denpasar.

“Utsawa terdiri dari Utsawa Dharma Gita Sekar Alit dan Sekar Agung. Sebelumnya, lomba ini diadakan melalui pemancar, tapi karena kendala jaringan akhirnya dialihkan melalui aplikasi Zello,” kata Ngurah Ambara Putra, Rabu, 30 September 2020.

Menurutnya, aplikasi itu fleksibel digunakan sebagai ruang untuk melantunkan Dharma. Mengingat, di aplikasi itu terdapat beberapa ruang untuk Sekar Alit dan Sekar Agung. Aplikasi Zello juga memberikan ruang untuk para pengajar maupun tokoh Utsawa Dharma Gita.

“Susastra dalam Utsawa Dharma Gita ini, terutama dalam Sekar Agung, perlu ahli untuk membedah maknanya. Disini kita belajar Jawa Kuno,” kata Ambara Putra.

Calon Walikota Denpasar nomor urut 2 ini menambahkan, kegiatan itu didukung oleh Widya Saba Kota Denpasar. Dikatakan Ambara Putra, tahun ini Widya Saba Kota Denpasar tidak mengadakan kegiatan serupa karena pandemi covid-19.

Ambara Putra menjelaskan, dalam Utsawa Dharma Gita kaya akan ajaran, terutama ajaran tentang budi pekerti, etika, dan moral. Cawalkota yang berpasangan dengan Calon Wakil Walikota Made Bagus Kertanegara ini mencontohkan, salah satu ajaran dalam susastra Utsawa Dharma Gita adalah bagaimana seorang pemimpin harus bersikap bijak adil dan berbuat hanya pada kebaikan.

Jadi pemimpin itu harus seperti pendeta yang sudah terlepas dari ikatan keduniawian. Hanya berbuat kebaikan saja, untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Nilai-nilai itu, kata Ambara Putra perlu ditanamkan kepada generasi milenial. Sehingga, anak-anak muda sebagai pemilik masa depan memiliki bekal ajaran yang bermanfaat untuk kehidupan lebih luas. (Way)