Diprotes Warga, Kontraktor Proyek Peternakan Kambing di Gebang Tanggung Kerusakan Jalan

    


Lokasi tempat pembangunan Tirtanindo Education Farm di Desa Gebang, Kecamatan Gebang, Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Setelah sempat diprotes warga, pihak kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan Tirtanindo Education Farm di Desa Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, akhirnya menghentikan pekerjaannya untuk sementara.

Hal itu dikarenakan, dari pihak Tirtanindo sendiri, belum mengantongi izin pembangunan proyek tersebut dari pihak yang berwenang. Pembangunan akan dilanjutkan, jika ijin sudah turun. Hal itu disampaikan Agus Triyono, dari PT Putra Albita Barokah Mandiri, selaku kontraktor pada pembangunan Tirtanindo Education Farm.

“Ada tiga kontraktor yang terlibat dalam pembangunanTirtanindo Education Farm ini, dengan bagiannya masing-masing. Kalau kita, tugasnya membangun fasilitas umum, seperti mushola, pagar, atau lainnya,” jelas Agus, Sabtu (18/4).

Terkait protes warga yang mengeluh akan ruas jalan Gebang -Gintungan sepanjang kurang lebih 3 km, yang mengalami kerusakan karena kerap dilalui kendaraan dump truk, kontraktor menyataka bertanggungjawab dengan memperbaikinya.

“Kita sudah koordinasi dengan pihak PU, dan Senin (20/4/2020), rencananya kita akan cek fisik ke lapangan, untuk menentukan, titik-titik mana yang diprioritaskan untuk diperbaiki,” ungkap Agus, yang didampingi Janu Triawanto, Kades Gebang.

Dalam kesempatan tersebut, Janu menjelaskan, bahwa Tirtanindo Education Farm berdiri di atas tanah kas desa, yang merupakan jatah untuk kepala desa. Atas inisiatifnya, dia bekerja sama dengan pihak ketiga, untuk mendirikan Tirtanindo Education Farm tersebut, di atas lahan seluas 2 hektar.

“Nantinya akan dibangun 78 kandang untuk penggemukan kambing (domba) jenis texel yang diambil dagingnya. Masing-masing kandang, berisi 30 ekor,” jelas Janu, yang juga didampingi Kukuh, dari pihak manajemen.

Peternakan domba texel tersebut, nantinya akan dikemas dalam bentuk wisata edukasi. Selain kandang, nantinya juga akan dilengkapi dengan tempat pengolahan, gudang, ruang publik, maupun demplot.

“Saat ini, untuk masalah perijinan sedang dalam proses,” jelas Janu. (Jon)