Dioperasikan 2020, Ganesha Convention Hall Dukung MICE Tourism di Purworejo

    


Revitalisasi Gedung Wanita Ahmad Yani di jalan Kolonel Sugiono, Purworejo. Setelah jadi, gedung ini akan berganti nama menjadi Ganesha Convention Hall - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pemkab Purworejo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, saat ini tengah merevitalisasi Gedung Wanita Ahmad Yani yang berlokasi di jalan Kolonel Sugiono, Purworejo. Dengan nilai proyek mencapai lebih dari Rp 17 miliar. Pelaksana pekerjaan dilakukan oleh PT Kusuma Karya.

Dari batas akhir kontrak 26 Desember 2019, hingga Sabtu (7/12) lalu, progres pembangunan gedung pertemuan dua lantai ini sudah mencapai 98,7 persen, ada kenaikan dari target yang sudah ditentukan 98,6 persen.

“Sisa progres tinggal perapian dan finishing. Kita optimis proyek akan selesai sesuai jadwal,” ujar Agung Wibowo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Selasa (10/12).

Agung, yang didampingi PPKom Andang Nugerahatara S, menjelaskan, Gedung Wanita yang direvitalisasi tersebut nantinya akan berganti nama menjadi Ganesha Convention Hall, yang resmi beroperasi awal 2020.

Ganesha Convention Hall, ungkap Agung, diharapkan bisa menjadi gedung pertemuan yang representatif, baik lantai satu dan lantai dua, dengan kapasitas lebih dari seribu orang. Lantai satu dan dua bisa digunakan secara bersamaan.

Agung juga mengharapkan, pertemuan-pertemuan tingkat lokal Purworejo, regional maupun skala nasional bisa diselenggarakan di Ganesha Convention Hall, yang tentunya bisa untuk menambah pemasukan daerah dari pasar Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) Tourism.

“Untuk tahun 2020, ditargetkan dari
Ganesha Convention Hall ini bisa memberikan pemasukan PAD Rp 250 juta,” kata Agung, sambil menambahkan, di tahun 2019, berbagai pekerjaan di lingkungannya sudah selesai, seperti renovasi Museum Tosan Aji, parkir Goa Seplawan, maupun pembangunan pantai Jatimalang tahap kedua.

Terpisah, Joko Paryono, selaku Site Manager PT Kusuma Karya menjelaskan, sebelum masa akhir kontrak, semua pekerjaan sudah selesai. Kekurangan progres, akan tercapai setelah dilakukan uji commissioning pada berbagai kelengkapan gedung, seperti AC, CCTV, lampu-lampu, maupun lift.

“Kita agendakan cek list pada 13 Desember. Setelah kita serahkan, kita minta tenaga dari dinas untuk kita training, sebagai operator gedung, seperti, bagaimana mengoperasikan lift, genset, jalur air dari mana. Tentunya, demi kelancaran pengoperasian gedung,” kata Joko. (Jon)