Dinas PUPR Purworejo Tangani Kerusakan Jalan Akibat Banjir

    


Petugas tengah melakukan penambalan pada salah satu ruas jalan, sebagai akibat dari dampak banjir yang terjadi pada pertengahan Maret lalu - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Musibah banjir dan tanah longsor pertengahan bulan Maret lalu, banyak berdampak pada sejumlah insfratruktur di Purworejo, seperti jalan, irigasi, yang mengalami kerusakan.

Hal ini disikapi Pemkab Purworejo, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dengan melakukan koordinasi bersama para pemangku kebijakan yang lain, seperti Bina Marga Propinsi, Bina Marga Pusat, maupun Balai Besar.

“Banjir dipicu karena parapet sungai Bogowonto yang jebol, dan berdampak pada masyarakat. Sedangkan parapet kewenangan BBSO. Koordinasi dilakukan untuk penanganan secepatnya, serta supaya hal tersebut tidak terulang lagi,” jelas Ir Suranto, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Purworejo, Jum’at (29/3).

Menurut Suranto, untuk jalan kabupaten yang terdampak langsung banjir, berada di wilayah Purworejo selatan bagian timur, Purwodadi – Bubutan, Bubutan – Watukuro, yang mengakibatkan jalan menjadi rusak.

Hal ini ditindaklanjuti dengan pemeliharaan. Khusus jalan Purwodadi – Bubutan, dikarenakan tahun ini ada peningkatan jalan, maka dilakukan tindakan penanganan darurat, yang bersifat maintenance (penambalan).

Jalan kabupaten yang terdampak longsor, ungkap Suranto, terjadi di ruas jalan Hargorojo – DIY, Semagung – Durensari, serta di daerah Loano, yang mengakibatkan badan jalan hilang separo. Pihak PUPR sudah melakukan usulan ke tim pengkaji bencana alam, untuk segera diambil tindakan, dan pelaksanaannya bisa mendahului anggaran, namun tetap dengan perencanaan yang matang.

“Curah hujan yang tinggi dan banjir juga berdampak pada rusaknya jalan nasional. Masyarakat banyak yang mengeluhkan kondisi jalan nasional ini,” ujar Suranto.

Menurut Suranto, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan PPK 11 (dari Kementerian PUPR), terkait kondisi jalan nasional, dari batas DIY – Purworejo, Purworejo – Kutoarjo, Kutoarjo – batas Kebumen. Dan kondisi terparah, ada di daerah Bagelen, sebagai akibat dari aktivitas truk pengangkut galian C dari Bagelen ke Bandara.

Untuk batas DIY (Karangnongko) ke arah Purworejo, menurut informasi dari PPK 11, terang Suranto, akan segera dilakukan peningkatan jalan, dengan anggaran sekitar Rp 105 milyar, yang saat ini sedang menunggu penetapan lelang. Padahal sebelumnya, peningkatan jalan direncanakan dari Don Bosco ke arah selatan.

“Untuk jalan nasional, dari PPK 11 juga sudah melakukan pekerjaan penambalan, untuk pekerjaan yang sifatnya maintenance,” terang Suranto.

Pada sejumlah ruas jalan kabupaten, kata Suranto, pihaknya sudah menandatangani perjanjian kerja dengan penyedia material, sehingga masing-masing UPT sudah bisa melakukan pekerjaan pemeliharaan jalan.

“Kita juga melakukan koordinasi dengan Bina Marga Propinsi terkait kondisi jalan propinsi, melalui grup Bina Marga Propinsi. Dan secepatnya dilakukan tindakan,” pungkas Suranto. (Jon)