Digelontor Rp 36,2 Milyar, Sejumlah Jalan dan Jembatan di Purworejo Direhabilitasi

    


Ir Suranto, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tahun ini, Pemkab Purworejo mendapat bantuan keuangan dari Propinsi Jateng dalam bidang infrastruktur senilai Rp 36,2 milyar.

Dana tersebut, dipergunakan untuk merehabilitasi satu jembatan dan tujuh ruas jalan milik Pemkab Purworejo. Satu jembatan yang akan direhabilitasi (penggantian), jembatan ruas tiga Sedayu, jalan Banyuasin-Pagerharjo, dengan pagu anggaran Rp 3,6 Milyar.

“Namun untuk pekerjaan penggantian jembatan Sedayu tersebut, terpaksa kita pending,” jelas Ir Suranto, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Purworejo, Selasa (18/08/2020).

Karena apabila ini tetap dipaksakan dilaksanakan di tahun 2020 ini, kata Suranto, Justifikasi Teknis dari konsultan perencana, tak mungkin dilaksanakan. Justifikasi teknisnya merekomendasikan, bahwa pelaksanaan ini butuh waktu 210 hari.

Sedangkan dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pernah menghitung, ketersediaan alokasi waktu jika dilaksanakan, apabila ini semua berjalan lancar, dari proses RKO (Rencana Kegiatan Operasional) , pengadaan barang jasa, waktu yang tersedia cuma 90 hari.

“Dimungkinkan tidak dilaksanakannya tahun ini. Tapi tahun depan akan menjadi prioritas bagi kami,” kata Suranto.

Sementara untuk tujuh jalan yang akan direhabilitasi, dan mengalami peningkatan, jalan Bagelen-Soko, senilai Rp 8,7 milyar, jalan Bapangsari-Tlogokotes senilai Rp 3 milyar, jalan Cangkrep-Kemanukan senilai Rp 6,5 milyar, jalan Durensari-Batas DIY (lanjutan) senilai Rp 2,9 milyar, jalan Karangduwur-Winong (lanjutan) senilai Rp 4 milyar, jalan Kemanukan-Soko senilai Rp 3,5 milyar, dan jalan ruas Bubutan-Watukuro senilai Rp 4 milyar.

Menurut Suranto, adanya bantuan keuangan dari Propinsi Jateng untuk insfratruktur tersebut, merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan, dan diharapkan bisa selesai di akhir tahun anggaran.

Saat ini, ungkap Suranto, dari pemerintah sedang mengembangkan kawasan timur, terkait dengan lingkar timur, dengan adanya bandara di wilayah selatan dan BOB (Badan Otorita Borobudur) di wilayah utara.

Untuk mensinergikan agar transportasi dari bandara ke BOB, atau sebaliknya bisa dijangkau dalam waktu yang ideal, kata Suranto, maka jalan Cangkrep-Bagelen diusulkan menjadi ruas jalur lingkar timur Purworejo.

“Alhamdulillah bisa dialokasikan dari dana bantuan propinsi untuk itu, sesuai target kerja kita,” terang Suranto.

Suranto, yang didampingi Prono Sumbogo, selaku PPK pada kegiatan tersebut menjelaskan pula, bahwa saat ini, proses kegiatan tersebut sedang dalam tahap RKO.

“Kita harapkan RKO bisa cepat selesai, dan akhir bulan Agustus ini, bisa kita lelangkan,” pungkas Suranto. (Jon)