Digeber Tahun 2020, Gubernur Fokus pada Hilirisasi Sektor Pertanian

    


Gubernur Bali Wayan Koster - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Selain sektor pariwisata yang sepanjang satu dasawarsa terakhir menopang perekonomian terbesar di Bali, tahun ini, sektor pertanian mulai dioptimalkan. Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan, pemerintah akan fokus pada penjualan produk pertanian yang dihasilkan Bali.

Menurutnya, hulunisasi secara optimal sudah dilakukan di tahun 2019. Saat ini, kata Gubernur, pemerintah akan menggarap di tingkat hilir dari serapan produk pertanian terhadap dunia industri.

“Tahun 2020 ini saya akan fokus di hilirisasi sektor pertanian yang berkaitan dengan sentra, produk dan industri olahan, yang diharapkan tumbuh dan berorientasi ekspor,” ujar Koster saat menghadiri ‘Simakrama Tahun 2020’ yang diselenggarakan Bank Indonesia, Rabu, 8 Januari 2020.

Hal itu akan diikuti dengan penguatan lembaga permodalan seperti Koperasi dalam mendukung pengembangan usaha kecil mikro menengah. Dikatakan, Bali punya potensi kuat dengan adanya lembaga keuangan seperti Bank Indonesia maupun perbankan lainnya. Perbankan saat ini tengah melakukan pembinaan dalam bentuk kemitraan terhadap UMKM di Bali.

Akses itu diharapkan memperbaiki kualitas produk industri pertanian yang berorientasi ekspor.

“Saya akan kembali mengarahkan agar kemitraan ini menjangkau lebih luas lagi. Ini fundamen ekonomi Bali kedepan selain mendorong tingkat kunjungan wisatawan lebih besar lagi,” ujar Koster.

Industri pertanian itu menurut Gubernur, juga mencakup legalisasi Arak Bali yang tertuang dalam Pergub 99 Tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur mencermati perlambatan ekonomi global dan domestik yang berpengaruh terhadap perekonomian, khususnya di Bali. Namun, situasi sulit itu mampu diatasi oleh perbankan di Provinsi Bali.

Disebutkan Gubernur, selama tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Bali tercatat positif. Hal itu terlihat dari aset perbankan sebesar Rp 149,9 trilyun atau mengalami pertumbuhan 8,24 persen year on year (yoy). Nilai itu lebih tinggi dari pertumbuhan total aset perbankan nasional sebesar 7,07 persen.

Kinerja keuangan BPR/S di Bali juga menunjukkan pertumbuhan positif dan meningkat dari periode sebelumnya. Total aset BPR/S mencapai Rp 16,87 trilyun, atau tumbuh 12,47 persen year on year (yoy).

Sementara, penghimpunan DPK sebesar Rp 12,29 trilyun (17,80 % yoy) dan tercatat lebih tinggi dari pertumbuhan DPK BPR secara nasional yang tumbuh 11,63 persen yoy. (Way)