Dies Natalis ke 52 SMK YPT Purworejo, Berharap Jadi Sekolah Unggulan

    


Dalam rangka Dies Natalis ke 52, SMK YPT Purworejo memberian hadiah bagi siswa berprestasi - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Peringatan Dies Natalis ke 52 SMK YPT Purworejo, Jum’at (19/02/2021), berlangsung sederhana. Puncak peringatan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMK YPT Purworejo, Toto Wibawa, SPd, MPd, yang selanjutnya diserahkan kepada Ade Yana Aderica, S.Pd, guru termuda dan berprestasi.

Pemotongan tumpeng, juga sebagai bentuk tasyakuran, atas selesainya bangunan Gedung praktik CoE (Center of Excellence). Sebelumnya, ada siraman rohani dari Kyai Abdul Haq, yang mengisi pengajian dalam rangka Isro’ Mi’raj.

Dijelaskan oleh Toto Wibawa di sela-sela kegiatan, peringatan Dies Natalis ke 52 SMK YPT Purworejo kali ini memang dilaksanakan secara sederhana. Namun begitu, tak mengurangi esensi dari makna Dies Natalis itu sendiri.

“Karena masa pandemi, maka undangan kami batasi. Pada tasyakuran kali ini, dihadiri seluruh guru dan karyawan, perwakilan siswa, serta warga sekitar,” kata Toto, yang menerapkan protokol kesehatan selama kegiatan.

Dalam rangka Dies Natalis ke 52, dari SMK YPT Purworejo juga memberikan bantuan dana pendidikan bagi siswa yang tak tercover PIP (Program Indonesia Pintar). Ada 10 siswa dari kelas X dan XII yang mendapatkan bantuan ini, dengan nilai bantuan rata-rata Rp 1 juta.

Pemotongan tumpeng oleh Kepala SMK YPT Purworejo, Toto Wibawa, SPd, MPd, yang diserahkan kepada Ade Yana Aderica, S.Pd, guru termuda dan berprestasi, menandai peringatan Dies Natalis ke 52 SMK YPT Purworejo, Jum'at (19/02/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

Pemotongan tumpeng oleh Kepala SMK YPT Purworejo, Toto Wibawa, SPd, MPd, yang diserahkan kepada Ade Yana Aderica, S.Pd, guru termuda dan berprestasi, menandai peringatan Dies Natalis ke 52 SMK YPT Purworejo, Jum’at (19/02/2021) – foto: Sujono/Koranjuri.com

Kesepuluh siswa ini, Firman Heriansyah, XII TKR.A, Septiana Oka, XII TITL, Wahyu Agus Nurchafit, XII TMI, Siroj Asrof, X TP, Lailatun Naja, X TKR. B, M. Adek X TMI, Adam Raharja, X TKR. A, Muhammad Ade Rosyid, X TBSM. B, Muttaqin Abdurazak, X TBMS. A dan Dinda, X TITL.

Tak hanya itu. Siswa berprestasi juga tak luput dari perhatian. Ada lima siswa berprestasi di ajang LKS dan Popda, yang berhasil meraih juara 2 dan 3. Para siswa berprestasi ini, mendapatkan hadiah uang senilai Rp 750 ribu untuk juara 2, dan Rp 500 ribu untuk juara 1.

Kelima siswa berprestasi ini, juara 2 LKS , Pradicy Vito, XII TP (Mould Making), juara 2 LKS , Rico Alva, XII TP (Metrologi), juara 3 LKS, Alibi Rojulin, XII TP (Computer Aided Design),
juara 3 Pencak Silat, Aan Yusuf (XII TITL), juara 3 Pencak Silat, Umar Syamsi (XI TKRO.B ).

“Sehari sebelumnya, pada Kamis (18/02/2021), kita mengadakan ziarah ke makam para pendiri yayasan yang berada di Bener (Imam Susilo Atmojo), Loano (Sudoyo), Tambakrejo (Slamet Hadi Siswoyo), Sindurjan (Rubikan), Kemuning (Evanoto Miharjo), Sibak (Muhadi), dan Jenar Lor (Rahmat), dengan peserta terbatas, terdiri dari guru dan perwakilan siswa,” ungkap Toto.

Menurut Toto, angka 52 memiliki makna tersendiri. 52 (ma du), diartikan sebagai pengobat. Madu itu banyak peminatnya, terutama untuk warga masyarakat yang butuh dengan kesehatan sehingga dengan madu (52), mudah-mudahan nanti SMK YPT kedepan semakin exsis, semakin diminati oleh masyarakat karena madu itu juga diminati masyarakat.

“Kedepan, dengan usia ke 52, SMK CeO ini akan menjadi sekolah unggulan warga masyarakat . Sehingga, warga sekolah juga menjadi semakin sejahtera,” pungkas Toto. (Jon)