Diduga Lakukan Penggelapan, Pengembang Perumahan di Purworejo Dilaporkan Polisi

oleh
Polres Purworejo - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Diduga melakukan penggelapan 13 sertifikat tanah milik nasabah, pemilik Perum Greenland Resedence dilaporkan ke Polres Purworejo oleh Perumda BPR Bank Purworejo.

Kasatreskrim Polres Purworejo AKP Catur Agus Yudo menjelaskan, laporan dari BPR Bank Purworejo tersebut saat ini telah selesai dilakukan penyelidikan. Dan dari tim penyelidik sudah menyusun laporan hasil penyelidikan (LHP).

Munculnya dugaan penggelapan tersebut, ungkap Kasatreskrim, berawal saat sejumlah nasabah membeli rumah di Perum Greenland Resedence yang berlokasi di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo dengan mengajukan kredit kepemilikan rumah (KPR) di Bank Purworejo.

Kemudian BPR Bank Purworejo menunjuk salah satu notaris guna untuk membuat sejumlah dokumen persyaratan jual beli seperti pecah sertifikat, balik nama dan yang lainnya.

Namun, dengan alasan proses di kantor notaris terlalu lama, pemilik Perum Greenland Resedence meminta sertifikat atau berkas-berkas tersebut di kantor notaris yang ditunjuk.

“Teradu mengajukan kredit atas nama Mr X yang belum bisa dikatakan saat ini. Jadi seharusnya jaminan sertifikat tanah menjadi hak agunan di Bank Purworejo,” kata Kasatreskrim.

Namun, kata Kasatreskrim, dengan menggunakan covernote dari pejabat publik tertentu, ternyata setelah sertifikat jadi tidak diserahkan ke Bank Purworejo, namun oleh terlapor malah diagunkan ke lembaga pembiayaan yang lain.

Menurut Kasatreskrim, akhir bulan ini kasus dugaan penggelapan tersebut akan dilakukan gelar perkara.

“Apabila dalam gelar perkara ditemukan unsur pidana dengan bukti permulaan yang cukup, maka akan kita tingkatkan ke penyidikan,” pungkas Kasatreskrim sambil menghimbau kepada masyarakat yang akan membeli properti agar selalu berhati-hati dengan mengenal penjual properti secara baik. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News