Diduga ‘Dilempar’ HT Saat Razia, Mata Siswi Terancam Buta, Wakapolres: Bukan Dilempar Tapi Terkena HT

    


Kondisi korban Layla Putri Ramadhani (16), siswa kelas IX SMP Negeri 2 Purworejo, warga Bedug, Bagelen, yang kini dirawat di RS Sardjito, Yogyakarta - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Nasib apes dialami Layla Putri Ramadhani (16), siswa kelas IX SMP Negeri 2 Purworejo, warga Bedug, Bagelen.

Dalam sebuah razia kendaraan Operasi Keselamatan Candi 2019 yang digelar Satlantas Polres Purworejo, Selasa (30/4/2019), di pertigaan Lengkong, Banyuurip, Layla ‘dilempar’ HT oleh seorang petugas polisi berinisial Briptu JP.

Lemparan itu mengenai mata sebelah kanan korban. Layla kini dirawat intensif di RS Sardjito, Yogyakarta, setelah sebelumnya dirawat di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo dengan diagnosa dokter mata korban terancam buta permanen.

Informasi menyebutkan, insiden itu bermula saat polisi menggelar razia di TKP. Saat itulah, korban yang dibonceng Fikri, temannya tengah melintas.

Diduga karena panik, Fikri justru tancap gas meski sebelumnya sempat berhenti. Melihat itu salah satu anggota Satlantas, Briptu JP, berusaha menghentikan dengan cara melempar sesuatu hingga dua kali dan terakhir melempar HT ke arah wajah Fikri. Namun lemparannya meleset dan mengenai mata kanan korban yang dibonceng.

Wakapolres Purworejo Kompol Andis Arfan Taufani, dalam jumpa persnya, Kamis (1/5) - foto: Sujono/Koranjuri.com

Wakapolres Purworejo Kompol Andis Arfan Taufani, dalam jumpa persnya, Kamis (1/5) – foto: Sujono/Koranjuri.com

Sekitar 100 meter kemudian, korban mengeluh matanya sakit dan berdarah, sehingga Fikri menghentikan sepeda motornya. Selanjutnya, korban dibawa RSUD Dr Tjitrowardoyo.

Disini, korban sempat menjalani operasi namun hanya untuk mengurangi pendarahan dan mengurangi rasa sakit saja. Untuk perawatan lebih lanjut, korban dibawa ke RS Sardjito, Yogyakarta.

Sementara itu, Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Taufani, dalam jumpa persnya, Kamis (1/5), membantah jika anak buahnya telah melempar korban dengan HT, sehingga mata kanannya terluka.

“Bukan dilempar, itu hanya terkena HT yang dipegang anggota Satlantas dan juga tidak ada unsur kesengajaan,” kata Andis dihadapan wartawan.

Menurut Waka Polres, pada waktu itu ketika korban berusaha kabur saat dihentikan, dan hampir menabrak sejumlah anggota polisi yang sedang menjalankan operasi karena laju kendaraannya oleng.

“Nah, karena saat itu anggota yang bersangkutan akan tertabrak maka dengan reflek mencoba menghentikan dengan tangan kiri yang sedang memegang HT dan tanpa disengaja mengenai tubuh korban,” jelas Waka Polres.

Meski sudah terjadi benturan, lanjut Waka Polres, yang bersangkutan tidak tahu jika mata korban luka dan baru mengetahui setelah keluarga korban melapor.

Dijelaskan, untuk saat ini polisi yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Purworejo.

“Jika nanti dari hasil pemeriksaan ada unsur kesengajaan dan di luar SOP maka akan dikenai tindakan tegas terhadap yang bersangkutan, seluruh biaya ditanggung Polres Purworejo,” pungkas Wakapolres. (Jon)