Dicoretnya Warga Kurang Mampu dari Daftar Raskin, Berbuntut Laporan ke Polisi

    


Rumah warga kurang mampu beratap Bebak di Rote Ndao, NTT - Foto: Isak Doris Faot/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Penyaluran Raskin di tingkat desa banyak yang tak tepat sasaran. Di desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), penerima beras untuk warga kurang mampu justru dari kalangan ekonomi mapan.

Marten Mansopu warga RT 11, RW 06, Dusun Baudale Desa Maubesi, jadi salah satu warga kurang mampu yang tidak mendapatkan jatah raskin. Ironisnya, nama Marten Mansopu justru dicoret dari daftar penerima raskin sejak 2016.

Kepala Dusun Baudale Heri Zacharias mengatakan, pihaknya telah mengusulkan nama-nama penerima raskin yang memang berasal dari kalangan ekonomi kurang mampu.

“Namun entah indikator apa sehingga Marten Mansopu dikeluarkan. Kami sudah usulkan ke Dinas Sosial,” jelas Heri Zacharias, Jumat (14/12/2018).

Hal itu menjadi semakin pelik dengan dilaporkannya persoalan itu ke polisi. Warga merasa disitu ada ‘permainan’ yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Fasilitator PKH Kecamatan Rote Tengah Melkias Langga mengaku, pihaknya tidak pernah menghapus nama-nama penerima raskin. Ia menyebutkan, Marten Mansopu, Kecamatan Rote Tengah namanya tidak pernah tercantum di penerimah PKH.

“Karena penerima PKH otomatis akan dapat raskin,” katanya via aplikasi WhatsApp, Jumat (12/12/2018).

“Nanti silahkan datang saja ke Dinas Sosial untuk mengecek nama Marten Mansopu warga RT 11, RW 06 Dusun Baudale Kecamatan Rote Tengah,” tambahnya kepada media. (Zak)