Di Usia 43 Tahun, PDAM Perwitasari Capai 21 Ribu Pelanggan

    


Pemotongan tumpeng oleh Sekda Kabupaten Purworejo, Said Romadhon, kepada Direktur PDAM Tirtaperwitasari, Hermawan Wahyu Utomo, menandai puncak peringatan HUT PDAM ke 43, Senin (11/12) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pemotongan tumpeng oleh Sekda Kabupaten Purworejo, Said Romadhon, dan diserahkan kepada Direktur PDAM Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo, menandai puncak peringatan HUT PDAM Perwitasari yang ke 43, Senin (11/12).

Acara tasyakuran yang digelar sederhana itu, selain dihadiri Sekda, mewakili Bupati Agus Bastian, juga hadir Asisten 2, Kabag Perekonomian, Badan Pengawas, juga segenap karyawan.

Dalam laporannya, panitia penyelenggara, Muslih Sujarwo menjelaskan, rangkaian kegiatan mewarnai peringatan HUT PDAM, antara lain, penandatanganan MoU antara PDAM dengan Bank Jateng, donor darah, serta pemberian tali asih kepada pemilik sumber mata air di Ngrau, Loano,

Penandatanganan MoU, antara pimpinan Bank Jateng Cabang Purworejo, Erik Abibon, dengan Direktur PDAM, Hermawan Wahyu Utomo - foto: Sujono/Koranjuri.com

Penandatanganan MoU, antara pimpinan Bank Jateng Cabang Purworejo, Erik Abibon, dengan Direktur PDAM, Hermawan Wahyu Utomo – foto: Sujono/Koranjuri.com

“Juga rencana pembuatan sumur resapan, hasil kerjasama dengan LH,” ujar Muslih dalam laporannya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan MoU, antara PDAM Tirtaperwitasari, yang diwakili Hermawan Wahyu Utomo, dan Pimpinan Bank Jateng Cabang Purworejo, Erik Abibon. Kerjasama tersebut, tentang layanan pembayaran tagihan rekening air minum secara online.

Erik Abibon, usai penandatanganan MoU mengatakan, bahwa masyarakat dipermudah dengan pembayaran tagihan secara online tersebut, yang bisa dibayarkan melalui kantor kas, kantor cabang, kantor cabang pembantu, atau juga atm.

Hermawan Wahyu Utomo sendiri, dalam sambutannya mengatakan, bahwa peringatan HUT tersebut sebagai momentum untuk introspeksi dan evaluasi, serta kilas balik.

“Banyak hal yang telah dicapai PDAM Tirtaperwitasari selama tahun 2017,” jelas Hermawan.

Selama tahun 2017, jumlah pelanggan PDAM ada peningkatan, dari semula 20 ribu pelanggan, kini mencapai 21 ribu lebih. Tingkat kebocoran juga menurun, dari 32,4, menjadi 24,85. PDAM juga bisa meningkatkan PAD, dari Rp 850 juta di tahun sebelumnya, menjadi Rp 1,4 milyar.

Pada awal tahun, dengan suasana kondusif, PDAM menaikkan tarif, dari Rp 1.375 per meter kubik menjadi Rp 1.790 per meter kubik. Dan khusus daerah Bener, kenaikan tarif dari Rp 730 per meter kubik menjadi Rp 900 per meter kubik.

Dengan penambahan modal, kata Hermawan, ada rencana pembangunan reservoar di Kutoarjo, yang nantinya bisa menambah 2 ribu pelanggan.

“Ada perbaikan sumur Pakis, sehingga bisa menaikkan kapasitas produksi, dari 5 liter/detik, menjadi 10 liter/detik,” terang Hermawan.

Menyambut keberadaan bandara baru di Kulonprogo, ujar Hermawan, ada rencana pengembangan IKK Bagelen. PDAM akan bekerjasama dengan fakultas tekhnik UGM, untuk mengkaji beberapa lokasi di Karangsari untuk sumber air bakunya. Nantinya, sasaran pelanggannya mencapai wilayah Bagelen, Purwodadi, Ngombol, hingga rest area.

“Harapannya, bisa meningkatkan PAD, dan kesejahteraan karyawan akan meningkat,” pungkas Hermawan. (Jon)