Di Purworejo, Jokowi Bagikan 3.800 Sertifikat Tanah

    


Kedatangan Presiden Jokowi ke Purworejo, Kamis (29/8), disambut dan dielu-elukan ribuan warga - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi), melakukan kunjungan kerja ke Purworejo, Kamis (29/8/2019). Dalam kunjungannya, Presiden juga akan membagikan sertifikat tanah kepada 3.800 warga penerima dari wilayah Kecamatan Ngombol dan Kecamatan Purwodadi.

Sejak pagi, ribuan masyarakat Purworejo sudah menunggu kedatangan Jokowi, di GOR WR Supratman, tempat acara pembagian sertifikat berlangsung. Begitu rombongan kepresidenan datang, sekitar jam 11.30 WIB.

Dengan ramah, mantan Wali Kota Solo itu berjalan ke arah warga, menyalami mereka, dan tak menolak, ketika ada warga yang minta foto bersama. Bahkan, Jokowi, yang didampingi ibu negara Iriana dan sejumlah pejabat itu, dengan sukarela mengambil foto selfinya sendiri.

Tepat jam 12.00 WIB, Presiden Jokowi naik ke panggung kehormatan, setelah sebelumnya sempat menyapa para tamu undangan, peserta penerima sertifikat.

Acara diawali dengan menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang dilanjutkan dengan beberapa sambutan. Selanjutnya, Jokowi membagikan sertifikat kepada para perwakilan.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, bahwa di Indonesia, seharusnya ada 126 juta sertifikat yang dipegang masyarakat. Dari jumlah itu, pada tahun 2015, baru 46 juta diselesaikan. Sehingga masih tersisa sekitar 80 juta sertifikat yang belum diselesaikan.

Di Jateng sendiri, kata Jokowi, seharusnya ada 20 juta sertifikat yang seharusnya dipegang oleh masyarakat. Dan baru terselesaikan 12 juta, sehingga masih ada 8 juta sertifikat yang belum terselesaikan.

“Jadi bapak ibu sekalian, sangat bersyukur sudah bisa menerima sertifikat. Sertifikat ini, sebagai bukti kepemilikan tanah secara hukum,” kata Jokowi di hadapan para penerima sertifikat.

Jokowi berpesan, agar warga yang sudah mendapatkan sertifikat untuk menjaga dokumen tersebut dengan baik.

“Yang sudah pegang sertifikat, jangan lupa masukkan plastik. Kalau genting bocor, sertifikat tidak rusak. Jangan lupa juga difotokopi, jadi kalau hilang urus ke BPN mudah,” katanya.

Jokowi tak melarang, jika ada warga yang kemudian menggadaikan sertifikat tanah tersebut untuk mendapatkan uang tunai di bank. Beliau mengingatkan, agar hati-hati, dan betul-betul dihitung sesuai dengan kemampuan untuk membayar cicilannya.

Jokowi kemudian memanggil dua warga untuk naik ke panggung, kemudian berdialog mengenai sertifikat tanah yang dimiliki. Di akhir dialog, kepada mereka Jokowi meminta untuk mengucapkan Pancasila. Sebagai hadiah, mereka diberi sepeda.

Setelah acara usai, Jokowi kemudian meninggalkan GOR WR Supratman, untuk selanjutnya menuju RM Bambu Kuning untuk makan siang. (Jon)