Di Pura Jagatnata, Ormas Laskar Bali dan Baladika Ikrar Akhiri Perseteruan

    


Ikrar damai antara Ormas Laskar Bali dan Baladika yang digelar di Pura Jagatnata, Denpasar dengan persembahyangan bersama - foto: Suyanto/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kesepakatan damai antara Ormas Laskar Bali dan Baladika dilangsungkan di Pura Jagatnata, Denpasar, Selasa, 14 Februari 2017. Mereka berikrar di hadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa dengan menggelar persembahyangan bersama.

Sekjen Laskar Bali, I Ketut Putra Ismaya Jaya mengatakan, surat kesepakatan damai sudah diteken antara kedua pengurus Ormas pada 5 Februari 2017 lalu.

“Puncaknya disini, kami menggelar persembahyangan bersama. Biarlah Ida Sang Hyang Widi Wasa yang memberikan hukuman jika kami melanggar, jadi sanksinya bukan dari manusia lagi,” kata Ketut Ismaya di Pura Jagatnata, Denpasar, Selasa, 14 Februari 2017.

Ismaya menambahkan, 5 februari menjadi hari sangat Istimewa lantaran bertepatan dengan Umanis Tumpek Landep. Seperti diketahui Hari Umanis merupakan nama hari dalam sepasar atau juga disebut dengan nama pancawara.

Sementara, kata Ismaya, dalam bentrok hebat yang menelan korban jiwa kedua Ormas juga terjadi pada Hari Umanis Tumpek Landep.

“Kita mengakhiri perseteruan juga tepat di Hari Umanis Tumpek Landep. Itu tidak kita pilih harinya tapi seperti sudah digariskan. Kita sepakat akhiri konflik puncaknya hari ini, sudah tidak ada lagi permusuhan atau dendam,” jelas Ismaya.

Pihaknya juga menyerukan ikrar damai itu bukan hanya di tataran pimpinan. Tapi juga untuk anggota kedua Ormas yang sebelumnya dikenal tak pernah akur.

Sekretaris Umum Ormas Baladika, I Komang Merta Jiwa juga menyerukan anggota kedua ormas selalu menjaga perdamaian untuk kenyamanan maupun ketenangan masyrakat Bali.

“Kita berkomitmen secara tegas ikrarkan perdamaian, dan meneruskan komitmen itu ke tingkat anggota akar bawah,” jelas Komang Merta Jiwa.

 
 
Way