Di Forum Parlemen Dunia, SDGs Tunjukkan Komitmen Kuat Atasi Ketimpangan

    


World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla bersama Gubernur Bali Wayan Koster selaku tuan rumah pelaksanaan forum tahunan itu - foto: Fotografer DPR RI

KORANJURI.COM – Tidak ada perdebatan alot pada sesi pernyataan masing-masing negara peserta, dalam mengusulkan draf Dokumen Bali Roadmap.

Sesi National Statement dipimpin oleh Nurhayati Ali Assegaf sebagai Ketua WPFSD dan diawali presentasi Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU), Gabriela Cuevas Barron.

“Dalam forum ini puluhan negara memaparkan pandangan dan praktik terbaik ihwal implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) terutama dalam mengatasi ketimpangan,” jelas politisi perempuan partai Demokrat di Kuta, Bali, Kamis, 5 September 2019.

Nurhayati menilai, tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) masih belum sempurna. Namun konsep TPB menunjukkan komitmen kuat untuk mengatasi ketimpangan dibandingkan dengan Milenium Development Goals (MDGs).

“Sesi National Statement ini akan berkontribusi terhadap hasil WPFSD yaitu Bali Roadmap,” jelasnya.

Sebelumnya, Nurhayati juga memimpin pembahasan Bali Roadmap yang dihadiri ketua delegasi masing-masing negara.

“Pembahasan ya berjalan sangat kondusif dan konstruktif. Delegasi mengapresiasi dan menyetujui draf Bali Roadmap,” ujarnya demikian.

Selama dua hari pertemuan, agenda yang dibahas yakni, infrastruktur dan Inovasi industri, yang akan memberikan kesempatan bersama untuk semua pihak.

Sesi kedua, akses dan suplai air di wilayah pedesaan, termasuk sanitasi yang higenis. Di sesi ketiga mengangkat tema partnership menuju inclusive financing(Way)