Deteksi Awal AIDS, Tahanan Polres Kebumen Jalani Tes HIV

    


Para tahanan di Polres Kebumen jalani test HIV, Kamis (9/3) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 15 tahanan Polres Kebumen menjalani tes VCT (Voluntary Counseling dan Testing) untuk mengetahui apakah ada yang mengidap HIV/AIDS atau tidak, Kamis (9/3). Test tersebut, menurut Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan para tahanan Polres Kebumen.

“Sehingga, jika nanti ada yang terinfeksi bisa segera dilakukan pengobatan kepada yang bersangkutan,” jelas Alpen.

Test VCT tersebut, kata Alpen, baru pertama kali dilakukan di Polres Kebumen. Pada pemeriksaan tersebut, melibatkan UPTD Unit P3 Kab Kebumen. Test dilakukan di piket Reskrim.

“Hasilnya langsung bisa keluar, sehingga jika ada tahanan yang terinfeksi bisa langsung mendapatkan penanganan intensif,” jelas Riyanto, petugas dari unit P3.

Berdasarkan data yang ada, jumlah penderita HIV di Kabupaten Kebumen termasuk tinggi. Di tahun 2016, ditemui 178 kasus baru, dengan korban mayoritas pekerja/karyawan.

Menurut Khusnu Rofiq, salah satu petugas dari KPA yang mendampingi test, penularan tertinggi melalui hubungan seksual, serta rendahnya pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS. Bahkan di tahun 2016 ditemuai ada 2 pengguna narkoba positif HIV.

Dalam kesempatan itu pula, Khusnu mengajak kepada warga Kebumen untuk melakukan test HIV, untuk meminimalisasi penularan. Hasil test bersifat rahasia, hanya konselor dan yang bersangkutan saja yang mengetahuinya.

HIV, kata Khusnu, bisa diobati dengan obat ARV. Ketika dalam kondisi sehat, pengidap pun bisa mempunyai keturunan tanpa menularkannya kepada pasangan dan anaknya.

“Dengan catatan harus diobati secara intensiv. Dengan ini, kita telah menyelamatkan masa depan anak dan keluarga kita,” ujar Khusnu.
 
 
Jon