Depresi Berat, Pria Buleleng ini Pinjam Pistol Polisi Untuk Akhiri Hidup

    


Putu Mertada - foto: Istimewa/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Setelah mengalami kelumpuhan Putu Mertada (34) dilanda depresi dan sempat berupaya bunuh diri dengan menusukkan keris ke dadanya. Tapi upaya itu sempat digagalkan dan pria asal Buleleng ini berhasil diselamatkan.

Tapi dalam perjalanannya, persoalannya hidupnya semakin rumit. Kehidupan rumah tangganya bersama Ni Kadek Yusni Aryaningsih (26) juga kerap diwarnai selisih paham yang mengakibatkan pertengkaran.

Sampai pada puncaknya, Putu Mertada mendatangi tempat kerja sang istri di kawasan Pertokoan Udayana di sebuah optikal, Jumat, 18 Agustus 2017.

“Ia memanggil istrinya dari luar. Tapi si istri tak berani dan bersembunyi,” jelas Kapolsek Denpasar Barat, Kompol I Wayan Sumara, Jumat, 18 Agustus 2017.

Dalam kondisi kaki lumpuh, Putu Mertada tetap tak bergeming dari sepeda motor modifkasi yang ditungganginya. Namun, ia merasa berang karena panggilannya tak dihiraukan sang istri.

“Dia melepas kaca spion dan melemparnya ke kaca toko kacamata tempat istrinya kerja,” tambah Sumara.

Selang beberapa saat, kekekacauan itu dilaporkan ke polisi Sub Sektor Diponegoro. Seorang petugas bernama Bripka I Made Kabayan mendatangi lokasi kejadian di Kawasan Pertokoan Udayana, Jalan Letda Made Putra, Denpasar.

Melihat petugas membawa senjata, Putu Mertada mencoba meminjam senpi untuk bunuh diri. Tentu saja, petugas menolaknya dan membawa pelaku perusakan kaca toko itu ke Polsek Denbar.

“Pelaku pemecahan itu untuk sementara diamankan dan kita interograsi,” ujar Wayan Sumara. (Way)