Demo 4 November, Purworejo Siaga Satu

    


Kapolres Purworejo, AKBP Satrio Wibowo, SIK, saat memimpim apel kesiapan personel Polres Purworejo dalam rangka unjuk rasa ormas Islam terhadap pernyataan Ahok, Kamis (3/11) – foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Mengantisipasi dampak demo besar-besaran tanggal 4 Nopember 2016 di Jakarta, yang dilakukan oleh gerakan ormas Islam seluruh Indonesia, dalam menyikapi pernyataan dugaan penistaan agama oleh Ahok, Polres Purworejo dalam kondisi siaga satu.

Demikian dikatakan Kapolres Purworejo, AKBP Satrio Wibowo, SIK, dalam sambutannya saat apel kesiapan personel Polres Purworejo dalam rangka unjuk rasa ormas Islam terhadap pernyataan Ahok, Kamis (3/11), di halaman Mapolres Purworejo.

“Apel ini untuk mengecek kesiapan personel dan kelengkapan sarana prasarana Polri, sebelum diterjunkan ke lapangan,” ujar Satrio Wibowo.

Dengan melibatkan 450 personel yang tersebar di 16 polsek, kapolres meminta jajarannya untuk mengawal dan mengamankan sebaik-baiknya, serta berupaya mewujudkan terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, agar dapat memberikan rasa aman pada masyarakat di wilayah hukum Polres Purworejo.

Kapolres meminta jajarannya, untuk mengantisipasi sejak dini, berbagai potensi kerawanan yang ditimbulkan dalam pelaksanaan kegiatan unjuk rasa, agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata, yang dapat menganggu dan menghambat penyelenggaraan kegiatan masyarakat lainnnya

“Polres Purworejo kedepankan kegiatan preemtif dan preventif, didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum, kuratif dan rehabilitasi, dalam mengamankan kegiatan unjuk rasa,” kata Satrio Wibowo dalam amanatnya.

Kapolres berpesan pada anak buahnya, agar menyiapkan mental dan fisik, memetakan setiap kerawanan pada setiap tahapan unjuk rasa, menyiapkan rencana pengamanan dan kegiatan, serta proaktif lakukan deteksi dini dan lidik terhadap kemungkinan adanya rencana aksi yang mengarah ke anarkis.

“Agar suasana tetap kondusif,” tandas Satrio Wibowo.
 
 
Jon